Formagam Gresik Tolak Seruan People Power

Jumat, 17 Mei 2019 | 11:30:28 WIB

Oleh Alfarizqy

Formagam Gresik Tolak Seruan People Power Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) Kabupaten Gresik

Gresik - Forum Masyarakat Gresik Pecinta  Keberagaman (Formagam)  menolak rencana aksi people power yang akan dilakukan pihak tertentu, terkait hasil Pemilu 2019.Menyikapi wacana tersebut, Forum Masyarakat Gresik Pecinta  Keberagaman (Formagam) mengajak semua warga Kabupaten Gresik bersabar menunggu hasil resmi Pemilu 2019 dari KPU.

Ajakan tersebut disuarakan tokoh Forum Masyarakat Gresik Pecinta  Keberagaman (Formagam) Kabupaten Gresik. Djoko Pratomo saat ditemui di kediamannya,bersama anggota lainnya yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gresik Pecinta  Keberagaman, Donni Siburian (Kristen Protestan), Kusno (Hindu), Kjoe Kian (Budha), Hari Rsty (Kristen), Sofwul Widad (Islam), Made Sri Sedari (Hindu) Ketua Formagam  Djoko Pratomo menuturkan gerakan people power tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas yang saat ini kondusif dan dianggap berpotensi memecah-belah bangsa.

Lebih lanjut, Djoko Pratomo menyatakan berjalannya Pemilu harus kembali kepada Undang-Undang 7 tahun 2017 tentang Pemilu.Ia menjelaskan bahwa yang menyelenggarakan Pemilu 2019 yakni KPU dan yang mengurus pelanggaran administratif Pemilu 2019 adalah Bawaslu, serta ada Sentra Gakumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.Sehingga semua proses harus berdasarkan Undang-Undang. Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Gresik supaya tidak terpengaruh atas ajakan people power tersebut.

"Mari kita imbau agar warga masyarakat Gresik tidak ada yang mengikuti people power, apabila merasa tidak puas atau mendapati kejanggalan atas proses pemilu serentak tahun 2019, biarkan untuk menempuh jalur hukum. Jangan kotori bulan suci ramadhan dengan kegiatan yang dapat memecah belah persatuan bangsa" jelasnya.