BOJONEGORO — Suasana khidmat tampak menyelimuti Ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro. Puluhan ibu yang tergabung dalam kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tampak serius menyimak penjelasan tata cara perawatan jenazah perempuan yang diajarkan langsung oleh Ustaz Abdullah Afif asal Sumberrejo.
Pelatihan yang diinisiasi oleh TP PKK Kabupaten Bojonegoro ini diikuti oleh perwakilan kader dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro, di mana masing-masing mengirimkan satu kader kecamatan dan satu kader desa. Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman fikih secara teori, tetapi juga praktik langsung agar para kader memiliki keterampilan nyata yang siap diterapkan di tengah masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menyampaikan bahwa keterampilan memandikan dan mengafani jenazah merupakan ilmu penting yang perlu dipelajari masyarakat, khususnya para kader PKK.
"Proses memandikan dan mengafani jenazah itu ilmu yang penting bagi kita. Kegiatan di PKK ini tidak hanya bicara tentang kesehatan, tetapi juga pendidikan dan kesejahteraan keluarga, termasuk kepedulian sosial dan kemampuan untuk hadir membantu sesama," tutur Cantika. Kamis ( 24/9/2026).
Menurut Cantika, proses perawatan jenazah membutuhkan ketelitian dan keikhlasan. Karena itu, para kader diharapkan dapat mempelajari setiap tahapannya dengan baik, kemudian menularkan pengetahuan tersebut kepada keluarga, sesama kader, lingkungan, hingga masyarakat.
"Kita pelajari tahapannya dengan benar dan dengan hati yang penuh syukur, karena ini membutuhkan ketelitian dan keikhlasan. Kita juga tularkan ilmunya bagi keluarga, kader, lingkungan, dan masyarakat sehingga semakin banyak warga yang mengetahui bagaimana perawatan jenazah yang benar," jelasnya.
Cantika menambahkan, pembekalan keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh kader dapat menjadi bekal untuk membantu masyarakat ketika membutuhkan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
"Jika kita membekali diri dengan ilmu, maka menjadi amal jariah dan memperkuat kepedulian masyarakat Bojonegoro," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Luki Lutfiana Yayah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman fikih sekaligus praktik langsung mengenai perawatan jenazah sesuai syariat Islam.
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, pelatihan juga diharapkan dapat membantu kader menghilangkan rasa takut maupun trauma ketika menghadapi proses perawatan jenazah. Para kader juga didorong untuk membangun kesadaran di lingkungan keluarga dan masyarakat, khususnya bagi perempuan, remaja, maupun ibu.
"Melalui kegiatan ini, para kader mendapatkan pengetahuan dan pemahaman, sekaligus membangun kesadaran di lingkungan masyarakat mengenai pentingnya mengetahui tata cara perawatan jenazah sesuai syariat Islam," terangnya.
Dalam sesi materi, peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Berbagai materi dibahas secara mendalam, mulai dari hal-hal yang disunahkan ketika ada orang meninggal, persiapan memandikan jenazah, tata cara dan urutan memandikan jenazah, kesunahan setelah memandikan jenazah, hingga persiapan, batasan, dan tata cara mengkafani jenazah.
Melalui pelatihan ini, TP PKK Kabupaten Bojonegoro berharap kader tidak hanya memiliki pemahaman secara teori, tetapi juga keterampilan praktik yang dapat diterapkan dan dibagikan kembali kepada masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak warga yang memiliki bekal pengetahuan untuk hadir dan membantu sesama dalam situasi kedukaan.
(ar/ss)