BOJONEGORO - Ketua DPRD Bojonegoro sekaligus Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, Abdullah Umar, menyampaikan ucapan selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang terpilih memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia berpesan agar Nahdlatul Ulama (NU) terus menjadi rumah besar yang terbuka bagi semua golongan.
Ucapan tersebut disampaikan Abdullah Umar saat menghadiri perhelatan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Sebagai alumni pesantren tersebut, kehadirannya di lokasi Muktamar menghadirkan ikatan emosional tersendiri dalam menyaksikan dinamika organisasi lima tahunan ini.
"Bagi saya pribadi, datang ke Tambakberas dalam momentum Muktamar tentu memiliki rasa yang berbeda. Di tempat ini saya pernah belajar dan mendapatkan banyak bekal. Sekarang saya kembali sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menyaksikan bagaimana NU bermusyawarah menentukan arah organisasinya ke depan," ujar Abdulloh Umar, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, Muktamar bukan sekadar forum permusyawaratan organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan. Ia menilai, perbedaan pandangan dalam organisasi sebesar NU adalah hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan persaudaraan serta khidmah kepada umat.
"NU itu rumah besar. Rumah yang pintunya terbuka untuk semua golongan, tidak terkecuali. Di dalam rumah itu boleh ada perbedaan pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita lupa bahwa tujuan akhirnya adalah khidmah dan kemaslahatan bersama," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa karakter NU yang terbuka memberikan ruang bagi siapa saja untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Terkait hasil pemilihan dalam Muktamar ke-35, di mana KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais ‘Aam PBNU dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, Abdulloh Umar berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa NU semakin kuat.
"Kita mengucapkan selamat kepada KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU. Semoga keduanya diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah," ucapnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen Nahdliyin untuk kembali berjalan bersama dan mengawal hasil Muktamar setelah proses demokrasi organisasi ini selesai.
"Muktamar di Tambakberas ini menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa NU dibangun dengan semangat kebersamaan. Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi sebesar NU, tetapi setelah keputusan diambil, semuanya harus kembali bersama-sama dalam satu semangat khidmah," pungkasnya.
(ar/ss)