BOJONEGORO - Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis sore (29/10) pukul 16.30 WIB. Peristiwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan belasan rumah warga mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga berat, serta satu unit rumah rata dengan tanah.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, dampak kerusakan tersebar di tiga desa wilayah Kecamatan Dander, yakni Desa Growok, Desa Dander, dan Desa Ngraseh.

Iklan

​Di Desa Growok, tercatat ada 13 rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, hingga tertimpa pohon dengan taksiran kerugian bervariasi mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp20 juta per bangunan. Sementara itu, kerusakan paling parah dialami oleh warga Desa Dander atas nama Suprayitno (RT 17/RW 02), di mana rumahnya mengalami rusak berat hingga rata dengan tanah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Selain itu, empat bangunan rumah di Desa Ngraseh juga dilaporkan mengalami rusak ringan pada bagian atap teras.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengungkapkan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian begitu mendapatkan laporan dari masyarakat pada Jumat pagi.

Wahyu

​"Begitu mendapat laporan dari masyarakat, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan giat assessment sekaligus menyerahkan bantuan darurat berupa paket sembako kepada para korban terdampak," ujar Heru Wicaksi saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

​Heru menambahkan, pasca kejadian ini, sebagian besar warga yang rumahnya mengalami rusak ringan masih memilih tinggal di kediaman masing-masing. Sedangkan untuk korban yang rumahnya ambruk atau mengalami rusak berat, sementara waktu harus mengungsi ke rumah orang tua dan kerabat terdekat.

​Dalam penanganan darurat ini, BPBD Bojonegoro juga menggandeng sejumlah unsur terkait, mulai dari Agen BPBD Jatim, Satpol PP, hingga Pemerintah Desa setempat guna membantu proses pembersihan dan pendataan lanjutan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Bojonegoro agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem seiring bergantinya musim.

(ar/ss)