BOJONEGORO - Kerupuk Bangjo Kelenteng merupakan salah satu ikon kuliner legendaris dari Bojonegoro. Nama "Bangjo" sendiri merupakan akronim dari Merah dan Hijau, yang merujuk pada warna khas kerupuk ini, serta lokasinya yang berada timur Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio, Jalan Jaksa Agung Suprapto.

​Proses Pembuatan Kerupuk Bangjo Kelenteng

​Pembuatan kerupuk ini masih mempertahankan metode tradisional untuk menjaga rasa orisinal yang telah bertahan selama puluhan tahun.

​1. Penyiapan Adonan Dasar

​Bahan utama yang digunakan adalah tepung tapioka (kanji) berkualitas tinggi yang dicampur dengan bumbu-bumbu rahasia. Bumbu ini biasanya terdiri dari bawang putih, garam, dan penyedap rasa alami. Untuk varian Bangjo, adonan dibagi menjadi beberapa bagian untuk diberi pewarna makanan (merah dan hijau) serta bagian yang tetap berwarna putih original.

​2. Proses Pencetakan

​Adonan yang telah kalis kemudian dimasukkan ke dalam mesin pencetak atau dipotong secara manual menjadi bentuk lembaran tipis bulat dan kotak-kotak kecil sesuai standar Kerupuk Bangjo. Teksturnya harus pas tidak terlalu tebal agar renyah, namun tidak terlalu tipis agar tidak mudah hancur.

​3. Pengukusan

​Lembaran adonan mentah tersebut disusun di atas wadah bambu dan dikukus dalam suhu tinggi. Proses ini bertujuan untuk mematangkan pati tapioka sehingga adonan menjadi kenyal dan transparan.

​4. Penjemuran Alami

​Ini adalah tahap krusial. Kerupuk Bangjo dijemur di bawah sinar matahari langsung. Pengeringan alami ini memberikan efek mekar yang sempurna saat digoreng nanti. Di sekitar area Jalan Jaksa Agung Suprapto, pemandangan rak-rak penjemuran kerupuk menjadi pemandangan yang khas.

​5. Proses Penggorengan

​Uniknya, banyak varian kerupuk di daerah ini yang masih menggunakan metode penggorengan tradisional. Kerupuk digoreng dalam minyak panas yang melimpah hingga mengembang sempurna. Hasil akhirnya adalah kerupuk dengan tekstur yang sangat renyah dan rasa gurih bawang yang kuat.