BOJONEGORO — Sejumlah rumah warga di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, mengalami kerusakan parah akibat diterjang hujan deras dan angin kencang atau angin puting beliung pada Rabu (4/11/2026) sore. Atap-atap rumah warga beterbangan dan terlepas diterpa angin kencang yang melanda kawasan tersebut sejak pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan pendataan di lapangan, dampak kerusakan menimpa sedikitnya 12 kepala keluarga (KK) di beberapa wilayah RT, meliputi RT 9 sebanyak 7 KK, RT 11 sebanyak 2 KK, RT 13 sebanyak 2 KK, dan RT 15 sebanyak 1 KK. Total kerugian materiil akibat kerusakan rumah-rumah warga tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Selain merusak pemukiman warga, terjangan cuaca ekstrem ini juga merobohkan bangunan garasi dan dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Jono. Bangunan berukuran 8x25 meter berbahan kayu jati itu ambruk dan menimpa dua unit mobil SPPG serta sepuluh unit sepeda motor hingga mengalami kerusakan di bagian depan, dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta.
Kapolsek Temayang, IPTU Moh. Ikhsan Jaelani,menyatakan bahwa pihaknya bersama jajaran gabungan langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan untuk membantu penanganan serta evakuasi di tempat kejadian.

"Begitu mendapat informasi, anggota langsung mendatangi TKP untuk membantu evakuasi sisa reruntuhan bangunan bersama warga, Babinsa, dan instansi terkait. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meski kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," terang IPTU Ikhsan saat dikonfirmasi, Rabu malam. ( 4/11/2026).
Peristiwa ini juga mengakibatkan pohon tumbang di depan kantor Brigif di Dusun Sampang, Desa Buntalan, serta merobohkan pohon yang menimpa jaringan kabel listrik di RT 08 RW 02 Desa Jono. Petugas Kepolisian Polsek Temayang bersama Koramil, Satpol PP, BPBD Bojonegoro, dan pemerintah desa setempat hingga kini terus bahu-membahu membersihkan sisa material dan pohon yang tumbang. (ar/ss)