BOJONEGORO - Kebakaran hmelanda rumah dan kandang milik warga di Desa Plesungan RT 13 RW 02, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/10/2026) malam.

Insiden tersebut dipicu oleh api pembakaran bediang atau perapian ternak yang menjalar hingga menghanguskan bangunan. ​Peristiwa amuk si jago merah ini diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Pos Kota menerima laporan warga pada pukul 19.37 WIB dan langsung menerjunkan armada menuju Tempat Kejadian Musibah yang berjarak sekitar 4,1 kilometer.

​Untuk memadamkan kobaran api, sebanyak lima unit armada dikerahkan ke lokasi, terdiri dari satu unit Fire Falcon, satu unit Firedom, satu unit Firedom Kecil dari Pos Sumberejo, serta dua unit mobil suplay milik BPBD Bojonegoro. Puluhan personel gabungan dari Damkarmat, Basarnas, hingga BPBD bahu-membahu menjinakkan si jago merah hingga akhirnya operasi pemadaman selesai dan dinyatakan aman terkendali pada pukul 21.50 WIB.

​Petugas Damkarmat Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus, mengonfirmasi bahwa pemicu utama kebakaran berawal dari kelalaian saat membuat api bediang. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan merembet cepat ke struktur bangunan rumah dan kandang di sekitarnya.

​"Penyebab kebakaran dipastikan berasal dari pembakaran bediang yang tak terkendali lalu menjalar ke area rumah dan kandang. Kami mengimbau keras masyarakat agar lebih waspada dan tidak membakar sampah, dedaunan kering, atau membuat bediang secara sembarangan tanpa pengawasan ketat, terlebih di area yang rentan terbakar," ujar Ahmad Agus usai penanganan di lokasi kejadian. Minggu ( 18/10/2026).

​Akibat musibah ini, pemilik rumah, Nurmad (61), mengalami kerugian material ditaksir mencapai Rp 150 juta lantaran rumah berukuran 6x8 meter dan kandang sapi berukuran 8x15 meter beserta isinya ludes terbakar. Kendati demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai Rp 20 juta berupa satu ekor sapi milik Nurmad.

​