BOJONEGORO - Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 3 Maret 2026 menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini bukan sekadar bentuk ketaatan, melainkan juga refleksi atas tanda-tanda kebesaran Allah yang tampak di langit.

​Mengenai hukumnya, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunah gerhana. Ibadah ini termasuk Sunah Muakkad, yaitu amalan yang sangat ditekankan untuk dikerjakan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Abu Syuja' dalam kitab Matan Ghoyah wat Taqrib:

Iklan

​وَصَلَاةُ الْكُسُوْفِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ ، فَإِنْ فَاتَتْ لَمْ تُقْضَ

​Artinya: "Sholat gerhana (baik matahari atau bulan) hukumnya sunah muakkadah (sangat dianjurkan), dan jika terlewat, tidak ada kewajiban untuk mengqadhanya." (Beirut: Daar Ibnu Hazm, 2005 M, hlm. 102).

Wahyu

​Bagi Anda yang ingin melaksanakannya, berikut adalah bacaan niat sholat gerhana bulan (khusuf) secara berjamaah sebagai makmum:

​أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلهِ تَعَالَى

(Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini ma’mûman lillâhi ta‘âlâ)

Artinya: "Saya niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."

​Waktu pelaksanaan sholat ini dimulai sejak dimulainya fase gerhana hingga bulan kembali tampak utuh atau matahari terbit. Mengingat fenomena ini terjadi hari ini, pastikan untuk memantau waktu lokal di wilayah Anda agar ibadah dapat dilakukan tepat saat fenomena berlangsung.