BOJONEGORO - Polres Bojonegoro menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan operasi kepolisian kewilayahan di bidang lalu lintas. Apel berlangsung khidmat di halaman Mapolres Bojonegoro, Selasa (2/2/2026).
Apel Gelar Pasukan dipimpin langsung oleh Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo dan diikuti Pejabat Utama Polres Bojonegoro, para Kapolsek jajaran, personel TNI dari Kodim 0813 Bojonegoro, Kompi 3 Yon Pelopor, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Bojonegoro, Rumah Sakit Bhayangkara, serta instansi terkait lainnya.
Kompol Yoyok Dwi Purnomo menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, sekaligus memperkuat soliditas dan sinergitas lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Permasalahan lalu lintas dinilai semakin kompleks dan membutuhkan penanganan yang serius serta berkelanjutan. Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (ANEV) Operasi Keselamatan Semeru tahun 2025, tercatat sebanyak 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, 10 orang meninggal dunia, 51 orang mengalami luka berat, dan 803 orang mengalami luka ringan.
“Data lakalantas menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius. Setiap korban jiwa yang seharusnya dapat kita cegah bersama melalui upaya preventif dan edukatif,” ujar Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo.
Kompol Yoyok menambahkan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas erat kaitannya dengan meningkatnya pelanggaran serta masih rendahnya tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap aturan dan keselamatan berlalu lintas.
Melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Bojonegoro berharap dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 juga menjadi langkah awal menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam menghadapi arus mudik dan balik mendatang. (sam)