BOJONEGORO - Puluhan warga Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menggeruduk balai desa setempat pada Selasa (2/6/2026). Aksi unjuk rasa ini dilakukan demi menuntut agar posisi Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) diprioritaskan bagi putra daerah atau warga asli desa setempat.
Massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang tersebut mendatangi balai desa dengan membawa sejumlah poster berisi tuntutan. Salah satu poster yang membentang di tengah kerumunan massa secara tegas bertuliskan penolakan terhadap calon dari luar wilayah, yakni 'Masyarakat Desa Wotan Keberatan Atas Calon Dari Luar Desa Wotan, Wong Wotan Wani'.
Aksi protes ini berlangsung di tengah agenda Sosialisasi Pelaksanaan Ujian bagi Bakal Calon Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW). Suasana yang semula dirancang sebagai forum sosialisasi formal mendadak berubah menjadi tegang dan riuh. Tampak ruang pertemuan dipadati warga yang terus bersorak, berteriak, dan bertepuk tangan riuh guna memprotes panitia pelaksana.
Warga yang memadati balai desa terlihat kompak menyuarakan penolakan setiap kali pihak otoritas mencoba memberikan penjelasan menggunakan pengeras suara. Gelombang sorakan dan teriakan massa berulang kali memotong jalannya sosialisasi.
Koordinator aksi, Bambang, menegaskan bahwa kedatangan warga ini murni untuk meminta komitmen panitia agar mengutamakan figur lokal. Warga menganggap putra daerah jauh lebih memahami kondisi geografis dan dinamika sosial masyarakat setempat.
"Warga meminta agar bakal calon kepala desa diutamakan dari Desa Wotan sendiri atau putra daerah dan menolak dari luar daerah. Kita tetap meminta agar bakal calon kades tetap dari Desa Wotan," ujar Bambang di lokasi aksi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejolak ini dipicu oleh munculnya nama-nama kandidat dari luar wilayah. Dari total 6 bakal calon kepala desa yang mendaftar dalam bursa Pilkades PAW Desa Wotan, 3 di antaranya diketahui berasal dari luar desa. Hal inilah yang memantik reaksi keras dan memicu gelombang protes dari warga setempat.
Selain menuntut prioritas bagi putra daerah, warga juga mendesak agar Panitia Pilkades PAW bersikap profesional, transparan, dan tidak memihak dalam menjalankan seluruh tahapan pemilihan.

Melihat situasi yang kian memanas dan riuh oleh sorakan warga, Camat Sumberrejo, Bayu Dono, langsung berupaya meredam emosi massa yang terus berteriak agar suasana kembali tenang, sehingga penjelasan teknis dari pihak panitia dapat didengarkan bersama.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Balai Desa Wotan dilaporkan masih dalam pengawalan ketat petugas keamanan. Pihak Panitia Pilkades PAW, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), bersama jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimca) Sumberrejo masih melangsungkan rapat koordinasi tertutup guna mencari jalan keluar atas tuntutan dan protes keras warga tersebut. (hil)