BOJONEGORO – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi, Polres Bojonegoro menggelar kegiatan keagamaan di Masjid Al Ikhlas Mapolres Bojonegoro, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi beserta Wakapolres, pejabat utama (PJU), personel Polri, aparatur sipil negara (ASN), serta jajaran Bhayangkari Cabang Bojonegoro, mulai dari unsur pengurus cabang hingga ranting. Seluruh Polsek jajaran juga mengikuti acara secara daring melalui Zoom Meeting.

Peringatan Isra Mi’raj diawali dengan pembacaan mahalul qiyam yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Suasana religius tampak menyelimuti seluruh rangkaian acara yang diikuti jamaah dengan tertib.

Selanjutnya, tausiah disampaikan oleh da’i kamtibmas Kyai Ahmad Sonhaji. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat bagi sesama. Jamaah juga diajak untuk senantiasa menjaga sholat lima waktu serta memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Menurut Kyai Ahmad Sonhaji, peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya menjadi catatan sejarah perjalanan Rasulullah SAW, namun juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya kualitas ibadah, khususnya sholat, sebagai pondasi kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj ini menjadi sarana introspeksi bagi seluruh personel Polres Bojonegoro. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan keimanan umat Islam semakin kuat terhadap kebesaran Allah SWT serta kebenaran risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Kapolres menambahkan, momentum Isra Mi’raj juga menjadi wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan. Ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, termasuk perintah sholat lima waktu serta nilai memberi manfaat bagi sesama, menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Melalui peringatan ini, Polres Bojonegoro berharap nilai-nilai keislaman dapat terus tertanam dalam diri seluruh personel, sehingga berdampak pada peningkatan integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.