BOJONEGORO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur dalam kurun waktu 11 hingga 20 Maret 2026.

Peringatan ini menjadi perhatian serius mengingat masanya bertepatan dengan momentum mudik Lebaran, di mana mobilitas masyarakat sedang mencapai puncaknya.

Iklan

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, mengungkapkan bahwa dinamika atmosfer saat ini dipicu oleh masa peralihan musim serta pengaruh gangguan atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jawa Timur, diperkuat dengan suhu muka laut yang masih hangat di perairan selatan.

​Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini menciptakan ruang bagi pertumbuhan awan konvektif secara masif, yang pada gilirannya dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, serta ancaman fenomena alam seperti puting beliung, hujan es, banjir bandang, hingga tanah longsor.

Wahyu

Wilayah yang diprakirakan terdampak meliputi area yang sangat luas, mulai dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, hingga seluruh wilayah Malang.

​Daftar zona waspada ini meluas mencakup Kabupaten Lumajang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, potensi cuaca buruk juga diprediksi melanda Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Jombang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pamekasan, serta Kabupaten Tuban.

​Mengingat risiko yang ada, BMKG Juanda memberikan imbauan khusus bagi para pemudik yang akan melintasi jalur dengan topografi curam atau kawasan pegunungan agar lebih berhati-hati terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak.

Para pengguna jalan sangat disarankan untuk aktif memantau informasi peringatan dini dan citra radar cuaca melalui kanal resmi BMKG setiap 2 hingga 3 jam sekali guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan menuju kampung halaman di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.