BOJONEGORO - Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, terus berbenah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebanyak 155 pelatih dan admin mengikuti pelatihan intensif sekaligus digitalisasi administrasi menjelang Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) siswa.

​Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Pusat Latihan (Puslat) SH Terate Gantari Kirana, Minggu (12/4/2026). Selain memantapkan teknik bela diri, para peserta digembleng untuk melek teknologi dalam mengelola data organisasi.

​Ketua II Bidang Kepelatihan, Endro Setyo Widodo mengungkapkan, pelatihan ini merupakan langkah lanjutan untuk memastikan materi yang diajarkan kepada siswa tetap murni dan seragam sesuai pakem ajaran.

"Kegiatan ini merupakan pelatihan lanjutan yang mencakup materi Senam Toya, Jurus Toya, hingga Kripen lengkap. Selain itu, peserta juga melakukan input data dari jambon ke hijau untuk program 2027," ujar Endro saat membuka acara.

​Bukan sekadar latihan fisik, SH Terate Bojonegoro kini mulai menerapkan sistem administrasi berbasis digital. Transformasi ini menuntut para admin UKT di tingkat ranting untuk mahir mengoperasikan sistem penilaian terbaru.

​Endro menjelaskan, digitalisasi ini akan memangkas birokrasi manual yang selama ini memakan waktu. Dengan sistem baru, validasi data siswa menjadi lebih akurat dan profesional.

“Setelah data diinput, sistem akan menghasilkan ID card, piagam, dan sertifikat secara otomatis,” imbuhnya.

​Ia juga menekankan bahwa kualitas seorang warga SH Terate sangat bergantung pada kompetensi pelatihnya. Karena itu, etika dan disiplin menjadi poin utama yang ditanamkan dalam pelatihan ini.

“Selain kemampuan teknik mengajar dan evaluasi siswa, yang tidak kalah penting adalah penanaman karakter, disiplin, serta etika bagi para pelatih,” tegasnya.

​Di lokasi yang sama, Sekretaris I SH Terate Bojonegoro, Suroto menyebutkan bahwa sinkronisasi materi sangat krusial bagi organisasi sebesar SH Terate. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari 28 ranting dan 3 komisariat di seluruh Kabupaten Bojonegoro.

​“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyamakan materi jurus, meningkatkan manajemen data siswa melalui sistem informasi, serta memperkuat kepelatihan di tingkat cabang,” jelas Suroto.

​Setiap wilayah mengirimkan delegasi terbaiknya yang terdiri dari tiga pelatih ajaran dan dua admin UKT untuk memastikan transfer ilmu berjalan maksimal hingga ke tingkat akar rumput.

​Dalam kegiatan ini, sejumlah pelatih senior tingkat cabang seperti Ruju, Nur Ali, dan Budi juga tampak hadir memberikan arahan teknis kepada para peserta. (ain)