BOJONEGORO - Di tengah gencarnya seruan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan implementasi kebijakan ramah lingkungan bagi aparatur sipil negara, seorang pendidik di Bojonegoro melakukan aksi nyata yang melampaui sekadar instruksi formal.
Ahmad Zaki Febiansyah (34), guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMPN Kasiman, mendadak viral setelah video berdurasi 36 detik yang ia unggah melalui akun media sosial @ahmadzakifebiansyah memperlihatkan rutinitas uniknya berangkat mengajar dengan berlari.
"Beda dengan lainnya bersepeda, saya berfikir lari juga satu olahraga yang bisa saya lakukan ketika berangkat kerja serta memberikan contoh yang baik soal menjaga kesehatan," ujar Zaki.
Langkah ini bukan sekadar upaya mencari sensasi, melainkan respons kreatif terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang diteruskan oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono terkait efisiensi transportasi bagi pegawai yang berdomisili dalam radius dekat dari tempat kerja.
Jika instruksi tersebut menyarankan penggunaan sepeda bagi mereka yang tinggal dalam jarak 7 km, pria berusia 34 tahun asal Kecamatan Padangan ini justru memilih menggunakan kekuatan fisiknya sendiri. Baginya, berlari adalah cara paling efektif untuk mengawinkan kewajiban dinas dengan gaya hidup sehat yang selama ini ia ajarkan di kelas.
"Beda dengan lainnya bersepeda, saya berfikir lari juga satu olahraga yang bisa saya lakukan ketika berangkat kerja serta memberikan contoh yang baik soal menjaga kesehatan," ujar Zaki.
Kecepatan dan stamina Zaki pun terbilang impresif. Jarak tempuh sekitar 4 km dari kediamannya menuju sekolah hanya butuh waktu 15 menit 40 detik. Performa atletis ini sekaligus menjadi bukti nyata bagi para siswanya bahwa seorang guru olahraga harus mampu menjadi teladan atau role model dalam menjaga kebugaran tubuh.
"Jarak yang saya tempuh sekitar 4 km sampai sekolahan dengan waktu 15 menit 40 detik, Rumah sampai ke sekolahan," jelas Zaki kepada suarasatu.com. Selasa (31/3/2026).

Zaki menekankan bahwa motivasinya berangkat kerja tanpa kendaraan bermotor adalah untuk memberikan contoh konkret mengenai disiplin kesehatan di tengah rutinitas profesional yang padat.
Aksi inspiratif ini ternyata mulai memicu efek positif di lingkungan kerjanya. Semangat efisiensi dan kebugaran yang ditularkan Zaki mulai menarik minat rekan sejawat lainnya.
Zaki mengungkapkan bahwa pada hari Senin mendatang, ia tidak lagi akan berlari sendiri, melainkan akan ditemani oleh guru Bimbingan Konseling (BK) yang turut tergerak untuk mengubah pola transportasi mereka menjadi lebih aktif.
Melalui langkah-langkah kecil di jalanan Bojonegoro ini, Zaki berharap pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan dapat diadopsi secara lebih luas oleh para pegawai lainnya, membuktikan bahwa keterbatasan subsidi BBM bisa disikapi dengan transformasi gaya hidup yang jauh lebih bertenaga dan sehat.
"Semoga dengan ini bisa menjadi hal positif untuk pegawai-pegawai lainnya. Besok senin saya juga mau lari lagi sama temen guru Bimbingan Konseling (BK)," pungkas Zaki. (ain)