BOJONEGORO — Sebanyak 250 siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Kota Bojonegoro mengikuti prosesi pengambilan sabuk, Minggu (23/11/2025). Agenda ini menjadi tahapan akhir Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan dilaksanakan melalui kegiatan lari kota sejauh sekitar 10 kilometer.
Kegiatan dimulai dari Sekretariat SH Terate Cabang Bojonegoro yang menjadi titik kumpul dan start. Para peserta kemudian menyusuri rute utama kota, meliputi Jalan HOS Cokroaminoto, KH R. Moh. Rosyid, Rajekwesi, Kolonel Sugiono, Monginsidi, Sema Abdullah, Panglima Polim, hingga kembali ke sekretariat sebagai garis akhir.
Ketua Ranting Kota Bojonegoro, Tri Wahyu Utomo atau Kang Mas Ut, menyampaikan bahwa pengambilan sabuk bukan sekadar syarat formal UKT, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa.
“Agenda pengambilan dan penyematan sabuk ini diikuti 250 siswa, baik privat maupun umum. Panitia juga sudah berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro dan mendapatkan izin resmi untuk pelaksanaannya,” ungkap Kang Mas Ut.
Ia menambahkan, metode lari kota dipilih karena dinilai efektif melatih ketahanan, kedisiplinan, dan keberanian para siswa. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah memperkuat solidaritas antaranggota, sekaligus menanamkan nilai persaudaraan yang menjadi dasar SH Terate.
Untuk memastikan jalannya kegiatan, PAMTER SH Terate Cabang Bojonegoro bersama Satlantas Polres Bojonegoro dikerahkan mengatur arus lalu lintas dan menjaga keamanan rute. Panitia juga menyediakan ambulans dan tim medis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Kang Mas Ut menegaskan, SH Terate selalu mengutamakan aspek keselamatan dan pendidikan karakter. Melalui prosesi ini, para siswa diharapkan tidak hanya menguasai teknik pencak silat, tetapi juga memiliki mental tangguh dan akhlak sesuai ajaran organisasi.