BOJONEGORO - Kabupaten Bojonegoro mematok target optimistis masuk jajaran 10 besar dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) III Jawa Timur 2026. Guna merealisasikan target memboyong medali emas sebanyak-banyaknya, sebanyak 345 atlet beserta official resmi diberangkatkan untuk bertanding di Ngawi dan Surabaya.

Pelepasan ratusan patriot olahraga muda tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di depan Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Selasa (27/10/2026). Turut mendampingi Wakil Bupati Nurul Azizah, Sekretaris Daerah Edi Susanto, jajaran pimpinan daerah, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pelatih dan atlet yang siap berjuang membawa nama harum daerah. Ia menekankan bahwa seorang patriot olahraga sejati lahir dari kedisiplinan dan kerja keras yang konsisten.

"Terima kasih kepada para atlet yang hari ini berangkat berjuang membawa nama baik Kabupaten Bojonegoro, serta kepada para pelatih dan official atas kerja samanya dalam melakukan pembinaan. Ini adalah tanggung jawab besar yang harus dibarengi dengan semangat, disiplin, dan dedikasi tinggi demi nama baik daerah," ujar Setyo Wahono. Selasa ( 27/10/2026).
Setyo Wahono juga mengingatkan seluruh kontingen agar senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas selama bersaing di arena pertandingan. Menurutnya, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari raihan medali, tetapi juga integritas di lapangan.
"Olahraga tidak hanya mengejar prestasi semata, tetapi sportivitas adalah hal pokok yang wajib kita junjung bersama. Terus berjuang, bangun kebersamaan, dan jaga nilai-nilai sportivitas," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro Arief Nanang menjelaskan, seluruh atlet yang berangkat merupakan hasil penjaringan ketat melalui seleksi POPDA tingkat kabupaten pada tahun 2025 lalu. Pelaksanaan kejuaraan sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 29 Oktober hingga 11 November 2026.
"Jumlah kontingen Bojonegoro 345 orang yang berlaga di 28 cabang olahraga (cabor), 30 orang diantaranya dari Pekan Paralimpik dari tiga cabor PEPARPEDA. Tempat pertandingan dipusatkan di Kabupaten Ngawi dan Surabaya," terang Arief Nanang.
Arief merinci, dari 28 cabor POPDA yang diikuti, beberapa di antaranya melibatkan kekuatan atlet cukup besar, seperti Voli indoor (24 atlet), Sepak Bola (20 atlet), Bola Basket (20 atlet), dan Atletik (20 atlet). Cabor lainnya meliputi Panahan (13 atlet), Pentanque (12 atlet), Gulat (11 atlet), Pencak Silat (10 atlet), Football (8 atlet), Angkat Besi (7 atlet), Karate (7 atlet), Renang (7 atlet), Pinball (7 atlet), MMA (7 atlet), Balap Sepeda (6 atlet), Kempo (6 atlet), Judo (6 atlet), Tenis Meja (6 atlet), Sepak Takraw (6 atlet), Catur (6 atlet), Bulu Tangkis (5 atlet), Taekwondo (5 atlet), Tenis Lapangan (5 atlet), Selam (5 atlet), Menembak (4 atlet), Tinju (4 atlet), Muaythai (4 atlet), hingga Voli outdoor (2 atlet).
Adapun untuk ajang PEPARPEDA III, Bojonegoro mengutus kontingen paralimpik pada tiga cabang olahraga utama, yakni Atletik sebanyak 16 atlet, Tenis Meja 5 atlet, dan Renang 1 atlet. Pihaknya optimistis seluruh atlet mampu tampil maksimal guna menembus peringkat papan atas di Jawa Timur.
Prosesi pelepasan kontingen ini diakhiri dengan penyerahan simbolis jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh atlet dan official untuk menjamin perlindungan selama berkompetisi, dilanjutkan dengan penyerahan atribut serta bendera kontingen oleh Kepala Dinpora kepada Bupati Bojonegoro.
(ar/ss)