BOJONEGORO – Arus mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api masih terpantau tinggi pada awal Tahun Baru 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat, hingga Kamis (1/1/2026) pukul 11.00 WIB, sebanyak 2.306 penumpang memadati Stasiun Bojonegoro. Angka tersebut diprediksi terus bertambah seiring masih adanya jadwal keberangkatan hingga malam hari.
Dari total penumpang tersebut, 1.039 orang tercatat berangkat, sementara 1.267 penumpang lainnya tiba di Stasiun Bojonegoro. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi selama masa libur Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang dinilai aman, nyaman, serta tepat waktu.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Bojonegoro sejalan dengan tren naiknya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun.
“Stasiun Bojonegoro menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas penumpang yang cukup tinggi pada awal tahun ini. Hingga siang hari, lebih dari 2,3 ribu penumpang tercatat berangkat maupun tiba, dan jumlah tersebut masih berpotensi meningkat hingga malam nanti,” ujar Mahendro.
Secara akumulatif, sejak dimulainya masa Angkutan Nataru pada 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, Stasiun Bojonegoro telah melayani 34.789 penumpang. Jumlah tersebut terdiri atas 16.515 penumpang berangkat dan 18.274 penumpang tiba.
Adapun selama periode Angkutan Nataru yang berlangsung hingga 4 Januari 2026, KAI Daop 8 Surabaya memproyeksikan total penumpang di Stasiun Bojonegoro mencapai 39.949 orang, dengan rincian 19.326 penumpang naik dan 20.623 penumpang turun.
Mahendro menegaskan, KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas layanan, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, penguatan petugas di lapangan, hingga penerapan standar pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Kami mengimbau para pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, mematuhi ketentuan perjalanan, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia agar perjalanan selama masa libur Nataru dapat berjalan lancar dan nyaman,” tutup Mahendro.
Melalui layanan yang optimal, KAI Daop 8 Surabaya berharap kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam mendukung mobilitas yang aman dan tertib selama momentum libur Natal dan Tahun Baru.