BOJONEGORO – Upaya memperkuat gerakan lingkungan berbasis warga terus digencarkan ExxonMobil bersama komunitas Mapak Sukosewu.
Melalui rembug bareng Gerbang Sapu Bersih yang digelar pada Rabu (26/11) di Desa Klepek Kecamatan Sukosewu, para pihak yang hadir komitmen untuk sepakat dorong perubahan perilaku hidup bersih dimulai dari rumah tangga.
Kelompok ibu rumah tangga dan perempuan penggerak pengolahan sampah rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Emak-Emak Berdampak atau biasa dikenal dengan Mapak, berinovasi melalui gerakan arisan sampah.
Perwakilan ExxonMobil Almaliki Ukay Sukaya Subqy yang biasa disapa Malik, menilai gerakan ibu-ibu Mapak telah menunjukkan praktik nyata cinta lingkungan. Malik sangat apresiasi dengan adanya arisan sampah yang dijalankan komunitas ini.
“Mencintai lingkungan adalah perbuatan baik. Ibu-ibu Mapak telah memberi teladan melalui pengelolaan sampah berbasis arisan yang inovatif dan berdampak,” ujar Malik kepada suarasatu.com (28/11/2025).
Koordinator Mapak Sukosewu Muslimah menuturkan, pendampingan ExxonMobil dan Alas Institute memberi dorongan baru bagi gerakan yang sudah berlangsung beberapa tahun.
“Kami memulai dari langkah kecil mengelola sampah rumah tangga. Kini semangat itu semakin kuat karena ada pihak yang mendampingi,” kata Muslimah.
Senada dengan Muslimah, Ketua PDA Bojonegoro, Zuliyatin Lailiyah, Ketua PDA juga apresiasi dengan komunitas Mapak. Karena ini sebagai ikon gerakan perempuan yang mampu menghadirkan perubahan nyata.
Pencapaian Juara 1 Bojonegoro Innovative Award 2025 menunjukkan bahwa model arisan sampah terbukti efektif menekan volume sampah. "Ini bukti bahwa kreativitas dan konsistensi para ibu mampu menghasilkan perubahan besar,” ujar Zuliyatin.
Sementara itu, dalam rembug bersama yang berlangsung hangat dan produktif. Para peserta membahas motivasi menjalankan arisan sampah, manfaat ekonomi dan lingkungan yang dirasakan dan berbagai kendala yang dihadapi.
Nampak para anggota saling berbagi pengalaman mulai dari proses pemilahan, pemanfaatan kembali, dan strategi meningkatkan kesadaran keluarga.
Sebagai penyemangat para emak-emak yang hadir, Achmad Danial Abidin dari Alas Institute, menuturkan jika pendampingan program ini akan difokuskan pada penguatan kelembagaan dan manajemen pengelolaan sampah berbasis komunitas.
“Pendampingan ini akan membantu ibu-ibu Mapak membangun sistem yang lebih rapi, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Danial.
Sebagai simbol harapan agar gerakan Mapak terus memberi dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan warga acara rembuk bersama di akhiri dengan doa bersama.
Perlu diketahui, Inisiatif ini menegaskan bahwa perubahan perilaku hidup bersih bukan lagi wacana, melainkan gerakan nyata yang tumbuh dari desa dan menguatkan langkah Bojonegoro menuju lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. (hil/sam)