BOJONEGORO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kali ini, pasar murah digelar di Kantor Kelurahan Klangon, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/1/2026) siang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadiri langsung memantau kegiatan mendapat sambutan antusias dari warga. Pantauan suarasatu.com dilokasi, masyarakat tampak memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Beragam kebutuhan pokok disediakan dalam pasar murah ini, di antaranya beras, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, cabai, hingga produk UMKM lokal. Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Salah satu warga, Yeni (43), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini cukup memberatkan masyarakat kecil.
“Iya senang sekali, membantu rakyat kecil. Soalnya harga sembako semakin mahal, ada pasar murah kan meringankan masyarakat yang tidak mampu,” ujarnya.
Yeni menambahkan, dirinya membeli sejumlah kebutuhan pokok karena selisih harga dengan pasar umum cukup terasa.
“Ini beli beras, telor, minyak sama cabai harganya murah, selisihnya dengan pasar lumayan,” katanya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah sengaja diperbanyak jangkauannya dan digelar di dekat permukiman warga agar lebih mudah diakses masyarakat.
“Saat ini memang kita sedang memperbanyak penjangkauan pasar murah. Digelar di balai desa atau kelurahan yang dekat dengan perkampungan dan menjauh dari pasar tradisional,” jelas Khofifah.
Ia menegaskan bahwa pasar murah bukanlah kompetitor pasar tradisional, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, terlebih menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.
“Sekali lagi kami sampaikan ini bukan kompetitor pasar tradisional. Ini adalah upaya pemerintah untuk menekan stabilisasi harga dan mengendalikan inflasi. Apalagi ini sudah dekat dengan Ramadan, kebutuhan rumah tangga meningkat, lalu menjelang Idulfitri meningkat lagi,” tegasnya.
Khofifah menambahkan, pelaksanaan pasar murah juga merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten dan kota.
“Ini sifatnya komplementer dengan tugas-tugas bupati dan wakil bupati. Jadi kita saling melapisi saja dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” pungkasnya. (sam)