BOJONEGORO – Sejumlah pangkalan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekosongan stok dalam beberapa hari terakhir.
Dari informasi yang berhasil dihimpun suarasatu.com, kondisi ini diduga dipicu adanya agen yang telat mengirim LPG ke beberapa pangkalan. Sehingga membuat warga sekitar pangakalan kesulitan mendapatkan gas LPG bersubsidi.
Salah satu pemilik pangkalan di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, berinsial B, mengatakan bahwa stok LPG ditokonya kosong karena belum ada kiriman meski sudah jadwalnya dikirim.
"Sempat telat dua hari dan kemarin dikirim tapi tidak sesuai dengan jumlah kuota di pangkalan saya," ucap pemilik pangkalan berinisial B kepada suarasatu.com. Sabtu (17/1/2026).
Selain pangkalan di salah satu desa di Kecamatan Kapas, beberapa pangkalan di kecamatan Balen, Sugihwaras, Sumberejo juga mengalami keterlambatan kiriman dari agen.
"Tempatku mestinya jatah kiriman dari agen hari kamis, tapi baru bisa dikirim sabtu pagi tadi," ucap S kepada suarasatu.com.
Para pemilik pangkalan berharap pengiriman LPG subsidi dapat segera kembali lancar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas penjualan di pangkalan bisa kembali berjalan normal.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), menanggapi informasi yang beredar terkait belum tersalurkannya suplai LPG ke sejumlah pangkalan di Bojonegoro, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa gangguan distribusi disebabkan oleh kondisi cuaca buruk di alur pelayaran Jawa yang menghambat pergerakan kapal pengangkut LPG.
Sebagai langkah antisipatif dan percepatan pemulihan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi LPG secara terukur dengan tetap menyalurkan rata-rata 50 persen dari volume harian normal dari SPBE ke agen hingga pangkalan.
Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan LPG tetap merata di masyarakat sembari memastikan pasokan segera pulih.
“Kami optimistis kondisi akan segera membaik dan distribusi kembali berjalan normal dalam waktu dekat,” ujar Ahad.
Ia menambahkan, kapal pengangkut LPG telah sandar di Terminal Perak pada dini hari Jumat (16/1/2026) dengan membawa muatan LPG yang selanjutnya akan segera didistribusikan ke seluruh SPBE, agen, dan pangkalan di wilayah terdampak. (ar/sam)