BOJONEGORO - Antrean panjang kendaraan mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kalianyar, Kecamatan Kapas dan kawasan Gampeng, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Kondisi di jalur poros nasional yang menghubungkan Bojonegoro-Babat ini memicu kemacetan parah dan membuat para pengguna jalan yang melintas merasa sangat resah.
Pantauan di lokasi, deretan kendaraan roda empat, minibus, hingga truk-truk besar tampak mengantre hingga memakan bahu jalan. Ekor antrean yang sangat panjang ini mempersempit ruang gerak kendaraan lain yang hendak melintas, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah mengalami ketersendatan yang cukup mengular.
Kemacetan yang dipicu oleh antrean pengisian bahan bakar solar subsidi ini menuai keluhan dari para pengendara. Salah seorang pengguna jalan, Rozak (42), mengaku sangat terganggu dengan kondisi arus lalu lintas yang macet akibat antrean kendaraan yang meluber hingga ke jalan raya tersebut.
"Resah sekali Mas, sudah dua hari ini setiap lewat jalur sini pasti kejebak macet. Tadi malam di SPBU Balen dan Veteran, pagi ini antreannya panjang sampai keluar ke jalan di Kalianyar dan Gampeng. Jadi bikin jalanan menyempit dan macet. Harusnya ada penertiban supaya antreannya tidak mengganggu pengguna jalan lain," ujar Rozak dengan nada kesal saat ditemui di lokasi, Senin (2/6/2026).
Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara lainnya yang mengeluhkan lambatnya laju kendaraan akibat penumpukan ini. Selain menghambat aktivitas, situasi tersebut dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas karena banyak kendaraan yang mendadak memperlambat laju atau terpaksa berpindah lajur demi menghindari antrean SPBU.

Berdasarkan pantauan lanjutan di lapangan pada siang hari, kondisi berbeda terlihat di SPBU Balen dan SPBU Veteran yang justru tampak kosong karena stok solar subsidinya sedang habis. Antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU diduga kuat terjadi karena sulitnya masyarakat untuk mendapatkan solar subsidi dalam beberapa hari terakhir.
"Sulit mau beli solar subsidi. Sehingga di saat ada SPBU yang pasokan solarnya ada, langsung dipenuhi kendaraan untuk antre hingga panjang seperti ini," ucap salah seorang sopir, Solikin.
Pengguna jalan berharap pihak terkait atau aparat penegak hukum segera turun tangan ke lokasi untuk mengatur jalur antrean agar tidak terus-menerus menimbulkan kemacetan yang merugikan publik. (Hil)