BOJONEGORO — Sebuah video berdurasi 19 detik yang dibagikan akun Facebook Fahri Setyo di grup Media Bojonegoro memicu ramai perbincangan warganet. Hingga Jum'at (5/12/2025), unggahan tersebut telah menuai lebih dari 255 komentar serta mendapat 313 tanda suka.
Dalam video itu tampak seorang ibu menunjukkan adanya ulat pada salah satu menu dimsum. Makanan tersebut disebut-sebut berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan untuk siswa sekolah.
Lewat narasi yang disertakan, Fahri menyebut insiden serupa terjadi di dua sekolah yang berada di Desa Jono dan Belun, Kecamatan Temayang, bahkan disebut sudah terjadi berulang.
“Sudah ke tiga kalinya MBG ditemukan ulat di dalam makanan. Sudah mencoba komplain dengan pengelola tapi tetap sama. Bahkan komplain di medsosnya hasilnya diblokir,” tulis Fahri.
Ia juga meminta pihak terkait segera turun tangan. “Jika tidak sanggup mengelola, mohon diganti saja. Tolong diperbaiki lagi kinerjanya. Terima kasih.”
Ramainya unggahan tersebut membuat banyak warganet turut berkomentar. Sebagian besar menyoroti kebersihan dapur penyedia makanan. Akun @Bang Cahyo menuliskan: “Nek mergawe mbok yo seng apik ben berkah.”
Sedangkan @Yuanda Khoirul M menambahkan: “Dapur e kemproh berarti, kui genah telur lalat hijau.”
Namun ada pula yang mengingatkan agar persoalan ini tidak serta merta dikaitkan dengan program MBG itu sendiri. Salah satunya akun Dini Prayitno yang menulis, “Yang harus ditindak dapurnya sih. Bukan MBG yang dihapus, karena dari MBG banyak banget anak yang kurang beruntung jadi lebih tertolong.”
Dikonfirmasi terpisah, seorang guru di SDN Bakulan Temayang, Bojonegoro, NS, mengakui bahwa temuan makanan tak layak konsumsi sudah kerap terjadi. Mulai sayur basi, pentol yang ada belatung, hingga buah busuk.
“Ini menunjukkan keteledoran tim yang berulang. Seolah tidak ada perbaikan. Berarti meremehkan masukan, karena saya sering kompline dan tidak ada respon,” ujar NS kepada suarasatu.com, Jum'at (5/12/2025).
Hingga berita ini ditayangkan, jumlah komentar terus bertambah dan video tersebut masih banyak dibagikan warganet. Sementara itu, hingga saat ini suarasatu.com telah melakukan konfirmasi kepada pemilik SPPG di Desa Jono, Kecamatan Temayang, terkait viralnya menu MBG yang diduga berulat tersebut, namun belum ada komentar atau jawaban yang diberikan. (hil/sam)