Bojonegoro - Program Angkutan Pelajar Gratis di Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 tak kunjung beroperasi hingga memasuki bulan April. Dinas Perhubungan setempat mengungkapkan, saat ini pihaknya masih berjibaku melakukan finalisasi data penerima manfaat karena adanya perubahan usulan dari lembaga sekolah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Welly Fitrama,kepada suarasatu.com, menjelaskan bahwa proses verifikasi jumlah siswa memakan waktu lantaran dinamika di lapangan. Beberapa sekolah yang awalnya mengajukan kuota, belakangan menarik usulannya karena para siswa memilih moda transportasi lain.
"Kami masih memfinalisasi jumlah anak-anak sekolah yang sudah diajukan oleh lembaga sekolah sebagai penerima manfaat Apel Gratis. Ada lembaga pendidikan yang awalnya mengajukan kemudian tidak jadi, dikarenakan anak-anak sekolah sudah menggunakan sepeda angin untuk berangkat dan pulang sekolah," ungkap Welly kepada suarasatu.com. selasa (14/4/2026).
Selain itu,Dishub saat ini juga tengah mematangkan aspek administrasi dan penyedia jasa. Welly menyebut pihaknya sedang menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta melakukan penjajakan vendor melalui platform pengadaan elektronik.
"Kami juga masih memfinalisasi Kerangka Acuan Kerja untuk kegiatan dimaksud, termasuk terkait dengan penjajagan dari penyedia yang ada dalam E-katalog untuk pelaksana kegiatan," tuturnya.
Meski sempat mengalami keterlambatan di awal tahun, Welly optimis layanan ini bisa segera dinikmati kembali oleh para siswa dan penyandang disabilitas dalam waktu dekat.
"Kita berharap menjelang Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), pemberangkatan Angkutan Pelajar Gratis dan Disabilitas Tahun 2026 dapat segera dilaksanakan," tegas Welly.
perlu diketahui, belum beroperasinya armada angkutan pelajar gratis ini berdampak langsung pada isi dompet wali murid.
Pantauan di lapangan, sejumlah MPU yang sebelumnya melayani pelajar kini telah mencopot stiker Angkutan Pelajar Gratis. (ain)