BOJONEGORO - Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bojonegoro ogah terjebak dalam program kerja yang itu-itu saja. Demi mendongkrak kapasitas organisasi, mereka langsung memboyong pengurus untuk "berguru" dan menggali inovasi ke DWP Kabupaten Blitar pada Selasa (3/6/2026).
Langkah jemput bola ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto. Kedatangan mereka pun disambut hangat oleh Penasehat DWP Kabupaten Blitar, Ninik Rijanto, dan Ketua DWP Blitar, Ita Eko Susanto. Menariknya, sebelum sarasehan dimulai, DWP Bojonegoro sempat menggelar bakti sosial dengan memberi santunan kepada warga Blitar yang membutuhkan.
Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emy Edi Susanto, blak-blakan menyebut kunjungan ini sebagai momentum langka untuk berdiskusi lebih dalam, lepas dari formalitas acara tingkat provinsi yang biasanya padat.
"Biasanya kami bertemu dalam kegiatan tingkat provinsi. Melalui kunjungan seperti ini, kami memiliki kesempatan lebih banyak untuk berdiskusi secara langsung, bertukar inspirasi, dan menggali ide-ide kreatif yang nantinya dapat kami implementasikan di Kabupaten Bojonegoro," kata Emy.
Ia berharap praktik baik dan inovasi dari Blitar bisa diboyong pulang untuk melahirkan program-program baru yang lebih segar di Bojonegoro.
"Kami berharap melalui pertemuan ini akan lahir berbagai inspirasi, inovasi, dan semangat baru untuk meningkatkan kualitas program kerja serta pemberdayaan anggota Dharma Wanita Persatuan. Dengan organisasi yang sehat dan berdaya, kami optimistis mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah," tambahnya.
Gayung bersambut, Penasehat DWP Kabupaten Blitar, Ninik Rijanto, menilai setiap daerah memang harus saling mengisi dan meniru keunggulan daerah lain demi kemajuan bersama di era modern.
"Kegiatan studi banding seperti ini memiliki makna yang sangat strategis. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman dan informasi, juga menjadi media pembelajaran bersama untuk saling menginspirasi dalam pengembangan program kerja yang inovatif, bermanfaat, dan berdampak nyata bagi masyarakat," tutur Ninik. (hil)