BOJONEGORO - Petugas Polsek Kalitidu bergerak cepat menyambangi gubuk reot milik Mbah Suparman (76), seorang lansia yang hidup memprihatinkan dan sebatang kara di area pemakaman Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Langkah kemanusiaan ini diambil setelah aparat kepolisian menerima laporan darurat dari masyarakat yang merasa iba melalui Call Center 110.

Menembus sunyinya area kuburan yang jauh dari permukiman warga, petugas piket mako yang dipimpin Aipda Herry Eko C. bersama Bripka Budi R. dan Bripka Marfianto langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi kesehatan sekaligus menyalurkan paket sembako bantuan darurat kepada sang kakek.

​Suasana haru sekaligus miris begitu terasa saat para petugas berseragam cokelat tersebut tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Di bawah rimbunnya pohon-pohon besar dan hamparan daun kering yang berserakan, berdiri sebuah gubuk bambu reot beratap seng seadanya yang menjadi tempat bernaung Mbah Suparman dari panas dan hujan.

Saat polisi datang, lansia renta tersebut tengah duduk termenung di lincak bambu depan rumahnya tanpa mengenakan baju, hanya memakai celana pendek hitam dan sebuah topi. Tatapan matanya tampak pasrah menatap barisan nisan yang menjadi "tetangga" setianya sehari-hari dalam kesunyian yang ekstrem.

​Kondisi di dalam tempat tinggal Mbah Suparman jauh lebih menyayat hati saat petugas mencoba melongok ke dalam. Ruangan sempit berlantai tanah itu sangat pengap, remang-remang, dan dipenuhi tumpukan pakaian lusuh serta botol-botol plastik kosong penampung sisa logistik yang berantakan. Untuk kebutuhan pokoknya, aktivitas keseharian Mbah Suparman berjalan sangat lambat; ia harus berjalan tertatih-tatih di antara semak makam demi mengangkut jeriken air bersih, lalu mengumpulkan ranting kayu kering untuk menyalakan tungku batu bata tradisional di sudut ruangan demi bisa menjerang air menggunakan panci hitam yang telah penuh jelaga.

​Petugas kemudian mendekat dan dengan penuh santun mengajak Mbah Suparman berbincang menggunakan bahasa Jawa. Di dalam gubuknya yang sempit, Mbah Suparman menceritakan keluh kesah perjuangan hidupnya dengan suara yang lirih dan bergetar.

"Kulo mriki nggih piyambakan, Pak. Sabendino nggih ngeten niki, masak nggo kayu, pados banyu nggih diangkat piyambak sekuat-kuate suku kulo. Nek mboten enten sing ngeteri dhahar, nggih kulo nrimo sak wontene. Kulo pun sepuh, mboten pantes yen repotake tiang sanes (Saya di sini ya sendirian, Pak. Setiap hari ya seperti ini, masak pakai kayu, cari air ya diangkat sendiri sekuat-kuatnya kaki saya. Kalau tidak ada yang memberi makan, ya saya menerima seadanya. Saya sudah tua, tidak pantas kalau merepotkan orang lain)," tutur Mbah Suparman dengan tatapan mata berkaca-kaca di hadapan polisi. Senin (15/6/2026).

​Melihat ketabahan luar biasa dari lansia tersebut, petugas langsung menyerahkan paket bantuan pangan berukuran besar langsung ke pelukan Mbah Suparman. Kapolsek Kalitidu menegaskan bahwa aksi respons cepat ini merupakan komitmen nyata Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi warga rentan yang membutuhkan pertolongan segera.

"Setelah kami menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center 110 mengenai adanya seorang kakek sebatang kara yang hidup memprihatinkan di area makam dan jauh dari perkampungan, anggota piket langsung mendatangi TKP. Kami memeriksa keadaan beliau dan memberikan bantuan berupa sembako. Alhamdulillah kegiatan berjalan aman terkendali, dan kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban hidup sehari-hari Mbah Suparman," jelas Kapolsek Kalitidu. AKP Sarifuddin.

​Mendapat kunjungan hangat dan perhatian yang tulus dari jajaran Polsek Kalitidu, guratan kesedihan di wajah Mbah Suparman seketika berubah menjadi binar kebahagiaan. Sambil menjabat erat tangan para petugas, ia menutup pertemuan sore itu dengan untaian doa tulus yang memecah keheningan makam yang mulai temaram. "Matur suwun sanget, Pak Polisi, atas bantuane sembako niki. Mugi-mugi Gusti Allah sing mbales kebecikane njenengan sedoyo, diparingi lancar lan sehat anggene bertugas. (hil)