BOJONEGORO — Suasana meriah dan penuh gelak tawa mewarnai GOR Utama, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Ratusan aparatur pemerintah, pelajar, hingga masyarakat melepas penat rutinitas kerja dengan berpartisipasi dalam Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro yang digelar dalam rangka HUT ke 81 Kemerdekaan RI.
Uniknya, pembukaan ajang yang dihelat hingga 28 Agustus 2026 ini langsung ditandai dengan duel seru lomba terompah panjang antara tim Bupati yang diisi jajaran pejabat laki-laki melawan tim Wakil Bupati yang diperkuat para pejabat perempuan. Sorak-sorai penonton pecah menyaksikan aksi para pimpinan daerah yang kompak beradu kecepatan di atas bakiak raksasa tersebut.
Ketua Panitia Festival Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menyebutkan bahwa festival ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kebolehan, melainkan fokus pada pelestarian permainan tradisional yang mulai tergerus zaman. Berbagai cabang seperti egrang, terompah panjang, hadang atau gobak sodor, hingga dagongan dilombakan secara massal.
Tercatat sebanyak 65 tim OPD dan kecamatan serta 15 tim SMA/SMK antusias mengikuti cabang egrang. Sementara itu, cabang terompah panjang diikuti 58 tim OPD dan kecamatan serta 13 tim pelajar. Antusiasme serupa juga terlihat pada cabang hadang dan dagongan yang turut melibatkan organisasi wanita seperti Perwosi.
“Tujuan kegiatan ini untuk membudayakan gaya hidup sehat serta melestarikan olahraga tradisional yang akhir-akhir ini mulai punah dan hilang,” ujar Arief Nanang. Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan, esensi dari festival ini adalah kebersamaan dan kesehatan mental yang seimbang.
“Tidak perlu menang, yang penting semua bahagia,” imbuh Bupati Wahono.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menilai bahwa permainan tradisional memiliki nilai strategis dalam merajut kekompakan dan sinergi antar-elemen pemerintahan maupun masyarakat. Ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai beban, melainkan sarana untuk bersenang-senang dan memperkuat silaturahmi.
“Kita ingin membangun kebersamaan, membangun kerja sama dan sinergi dengan tujuan yang sama, tetapi tidak lupa bahwa kita harus terus bahagia,” tutur Setyo Wahono.
Bupati Wahono menegaskan bahwa fondasi hidup sehat harus berjalan beriringan dengan kebahagiaan.
“Saya melihat para peserta sangat bersemangat dan kegiatan ini kita selenggarakan untuk membangun kesehatan, tetapi tidak lupa bahagia,” pungkasnya.
Selain perlombaan tradisional yang diikuti instansi pemerintah dan sekolah, kemeriahan pembukaan festival yang dipusatkan di tiga venue berbeda ini turut diwarnai oleh parade atlet, atraksi panahan tradisional, skateboard, hingga aksi menggemaskan dari anak-anak usia dini yang tampil atraktif menggunakan push bike atau sepeda tanpa pedal.
(ar/ss)