BOJONEGORO - Ada yang berbeda di halaman Mapolres Bojonegoro, Senin (3/8/2026). Untuk pertama kalinya, Kapolres Bojonegoro yang baru, AKBP Yenni Diarty, berdiri di hadapan ratusan personel dari Pejabat Utama hingga ASN,memimpin apel perdana dengan sebuah pesan menohok. polisi jangan cuma hadir di atas kertas, tapi harus nyata di hati masyarakat.

​Di tengah dinamika sosial yang kian kompleks, Yenni tidak sekadar memberikan arahan administratif. Ia membakar semangat jajarannya dengan sudut pandang yang lebih membumi, yakni menjadikan ruang-ruang pelayanan publik sebagai tempat beribadah.

​"Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan hati yang tulus, ramah, cepat, dan humanis. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk ibadah," tegas AKBP Yenni di mapolres. Senin (3/8/2026).

​Bukan tanpa alasan pesan ini ditekankan. Di era ketika integritas institusi kepolisian kerap menjadi sorotan publik, Yenni memilih untuk mengambil langkah preventif yang tegas namun humanis. Ia menuntut setiap personelnya untuk menjadi teladan nyata, menjaga disiplin, serta menghindari segala bentuk pelanggaran sepele yang berpotensi merusak marwah institusi, termasuk soal gaya hidup.

​Gaya kepemimpinan yang dibawa Yenni pada hari perdana ini menyiratkan pentingnya soliditas internal sebagai fondasi utama sebelum melangkah keluar melayani warga. Menurutnya, senjata paling ampuh bagi Korps Bhayangkara bukanlah sekadar atribut kedinasan, melainkan kerja sama tim dan kekompakan lintas fungsi yang dibarengi komunikasi aktif dengan para pemangku kepentingan.

​"Keberhasilan organisasi bukan hanya ditentukan oleh pimpinan, tetapi oleh kerja sama, loyalitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab seluruh personel. Mari kita ciptakan lingkungan kerja yang saling mendukung, saling mengingatkan, dan selalu mengedepankan etika dalam bertugas," pungkasnya.

​Apel perdana ini sekaligus menjadi babak baru bagi Polres Bojonegoro di bawah komando AKBP Yenni Diarty—sebuah sinyal kuat bahwa institusi kepolisian di kota ledre ini siap tancap gas menghadirkan wajah penegak hukum yang lebih dekat, sigap, dan berhati nurani. (ain/ ss)