BOJONEGORO - Wastra batik khas Bojonegoro siap mendunia melalui gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Mengangkat tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono”, festival yang berlangsung pada 17 hingga 20 Juni 2026 ini menjadi wadah strategis untuk mempromosikan kekayaan motif lokal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Selama empat hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhi berbagai kegiatan menarik yang memadukan edukasi, kreativitas, dan hiburan. Mulai dari pameran batik, workshop, talkshow, fashion show, lomba bagi pelajar, hingga panggung hiburan musik.
Pada hari pertama, Rabu (17/6/2026), kegiatan diawali dengan pembukaan pameran Bojonegoro Wastra Batik Festival dan workshop Product Shot & Copywriting. Kemeriahan hari pertama akan ditutup dengan opening ceremony dan penampilan musik dari Dudi Oris bersama Vinoqi Entertainment.
Melangkah ke hari kedua, Kamis (18/6/2026), pengunjung dapat mengikuti workshop Styling Hack & Draping serta talkshow inspiratif mengenai strategi pemasaran digital inovatif bagi UMKM dan ekonomi kreatif. Selain itu, ada pula lomba fashion show batik evening gown peserta pameran, yang dilanjutkan dengan hiburan musik dari Tasya Rosmala bersama Alaska Band.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat (19/6/2026) yang diramaikan dengan berbagai perlombaan pelajar, mulai dari lomba mewarnai tema batik tingkat SD sederajat, lomba menggambar tema batik tingkat SMP sederajat, hingga lomba mendongeng imajinasi bertema kain istimewa pemberian raja untuk siswa SD/MI sederajat. Pada malam harinya, suasana akan dihangatkan oleh penampilan Band Lokal Peristiwa Harmoni dan Paduan Suara Pesona Geopark.
Sementara pada Sabtu (20/6/2026), festival tahunan ini akan resmi ditutup dengan workshop Backstagers Indonesia, pengumuman stand terbaik dan doorprize, serta penampilan pamungkas dari Jihan Audy, Format Music, dan Paduan Suara Pesona Geopark.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa festival ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui promosi produk lokal. Tercatat akan ada 26 peserta pameran dari luar Bojonegoro dan 23 peserta dari Bojonegoro sendiri, serta 39 stand UMKM lokal yang berada di luar tenda.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian dan promosi batik Bojonegoro, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Harapannya, kegiatan ini mampu membangkitkan UMKM yang ada di Bojonegoro dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah," ungkap Elzadeba.
Ia menambahkan, pada pelaksanaan tahun ini total terdapat 108 stand yang akan meramaikan festival. Sebanyak 69 stand tersedia di dalam tenda pameran yang diisi oleh perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai produk unggulan daerah, ditambah 39 stand UMKM di area luar tenda.
Melalui Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal kekayaan wastra daerah sekaligus mendukung produk-produk UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing di pasar yang lebih luas. (ss)