BOJONEGORO — Suasana meriah tampak memenuhi Jalan Teuku Umar, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (8/8/2026). Ribuan anak-anak bersama orang tua dan guru tumpah ruah mengikuti Pawai Tunas Athfal yang digelar oleh Ikatan Guru Aisyiyah Busthanul Athfal (IGABA) Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN).
Kegiatan yang dipusatkan di depan Masjid At-Taqwa ini turut dihadiri oleh Bunda PAUD Bojonegoro, Cantika Wahono. Dalam sambutannya, Cantika memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar IGABA Bojonegoro yang sukses mengemas acara penuh semangat tersebut guna menanamkan nilai kebersamaan sejak dini.
"Saya mengapresiasi seluruh keluarga besar IGABA Bojonegoro yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh semangat," ujar Cantika. Sabtu (8/8/2026).
Cantika menekankan bahwa proses pembentukan generasi masa depan tidak cukup hanya mengandalkan aspek akademik semata. Relasi pendidikan yang dilandasi rasa aman, perhatian, serta kasih sayang menjadi kunci utama dalam merajut pondasi anak.
"Generasi emas dibentuk oleh pendidikan dengan penuh cinta dan kasih sayang," tegasnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pendidik di lingkungan IGABA atas dedikasi tanpa kenal lelah dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Bojonegoro.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru di IGABA yang telah memberikan perhatian, pendampingan, dan pendidikan kepada anak-anak," tutur Cantika.
Melalui momentum pawai ini, Cantika mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi mewujudkan lingkungan belajar yang ideal. "Mari kita bersama-sama menghadirkan pendidikan yang ramah anak di Bojonegoro, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan aman, nyaman, bahagia, dan memiliki bekal untuk menyongsong masa depan," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah (PD) IGABA Bojonegoro, Dwi Anjarwati, menjelaskan bahwa pawai ini mengangkat tema "Anak Sholeh Hebat, Terlindungi dan Siap Menuju Masa Depan". Menurutnya, tema tersebut sengaja dipilih sebagai pengingat pentingnya membangun ekosistem lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Acara yang melibatkan sekitar 1.500 anak didik PAUD dan TK ABA beserta wali murid se-Kabupaten Bojonegoro ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial belaka. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi positif untuk mempererat kebersamaan antara anak, orang tua, guru, dan masyarakat luas. (hil/ss)