BOJONEGORO — Perjuangan panjang ratusan tenaga honorer dan calon aparatur di Kabupaten Bojonegoro akhirnya berbuah manis. Sebanyak 571 Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi disumpah dan menerima Surat Keputusan (SK) langsung dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, di GOR Utama Ngumpakdalem, Jumat (31/7/2026).
Namun, momen sakral ini tidak diisi dengan seremoni biasa. Bupati Setyo Wahono langsung melontarkan pesan menohok dan tegas di hadapan ratusan abdi negara yang baru dilantik tersebut. Ia menuntut agar stigma miring birokrasi, seperti anggapan bahwa menjadi PNS bisa tetap leha-leha meski minim kinerja dihapus selamanya.
"Hilangkan stigma bahwa jadi PNS itu akan tetap gajian meski tidak bekerja. Hari ini Saudara sekalian telah mengikrarkan sumpah dan janji. Ada aturan, regulasi, serta tanggung jawab besar kepada masyarakat dan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Tuntaskan tugas dengan baik hingga masa pensiun tiba," tegas Bupati Wahono di hadapan para ASN. Jumat (31/7/2026).
Prosesi pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Asisten, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di era digital saat ini, Bupati Wahono juga menuntut para ASN baru untuk tampil sebagai motor penggerak inovasi yang adaptif, cepat, profesional, serta cakap dalam menjaga keamanan data privasi publik.
"Jadilah contoh bagi generasi muda untuk berani bertindak dan berinovasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Tunjukkan profesionalitas utamanya di era digitalisasi ini, kembangkan literasi digital, serta berikan kecepatan pelayanan," imbuhnya.
Pemkab Bojonegoro sendiri berkomitmen menerapkan manajemen talenta berbasis kinerja dan kompetensi secara adil dan transparan. Bupati juga menginstruksikan para pejabat senior dan kepala OPD untuk aktif membimbing para PNS anyar agar cepat beradaptasi.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengingatkan betapa berharganya status baru yang kini disandang oleh ke-571 PNS tersebut, mengingat rekrutmen ASN tidak selalu ada setiap tahunnya.
"Anak-anak ialah masa depan, maka saya berpesan apa yang disampaikan Bapak Bupati untuk dilaksanakan dan dipedomani. Maka ini harus dilakukan dengan semangat kerja. Target OPD ke depan harus tahu," ujar Nurul Azizah. Jumat, (31/7/2026).
Wabup Nurul menambahkan, roda pemerintahan Bojonegoro ke depan menuntut sinergisitas total di berbagai sektor krusial, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, kesejahteraan masyarakat, hingga akselerasi reformasi birokrasi.
"Menjadi pimpinan harus melalui proses. Bekerjalah dengan ikhlas," pungkasnya.