BOJONEGORO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro resmi memulai proyek revitalisasi Alun-Alun Bojonegoro. Penataan pusat kota bernilai puluhan miliar ini dipastikan tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak mengorbankan pepohonan rindang yang ada.

Proyek penataan wajah baru alun-alun ini mengucurkan anggaran sebesar Rp 28 miliar dari APBD 2026. Langkah awal pengerjaan ditandai dengan pemasangan pagar pembatas di sisi utara kawasan alun-alun demi keamanan dan kenyamanan masyarakat selama proses konstruksi berlangsung.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menegaskan bahwa konsep pembangunan tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) dan nilai historis kawasan tersebut.

"Pohonnya tetap dipertahankan," kata Satito Hadi menegaskan komitmen Pemkab terhadap kelestarian lingkungan kawasan alun-alun, Sabtu(25/7/2026).

Sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan pemerintahan sejak masa lampau, Alun-Alun Bojonegoro memiliki keterikatan historis yang kuat dengan Masjid Agung Darussalam serta Pasar Kota. Pemkab berkomitmen melestarikan nilai-nilai sejarah tersebut agar tetap relevan di era modern.

Melalui penataan ini, Alun-Alun Bojonegoro ditargetkan dapat bertransformasi menjadi ikon kota yang estetik, modern, ramah anak, sekaligus menjadi ruang publik yang nyaman untuk mempererat interaksi sosial warga. (hil)