TULUNGAGUNG - Sejak awal penetapan pandemi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung kemudian disusul dengan penetapan RSUD dr Iskak Tulungagung sebagai rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, Satgas Covid-19 langsung menyiagakan pasukan di lokasi RSUD dr Iskak Tulungagung.
Personil gabungan TNI – POLRI yang disiagakan di RSUD dr Iskak Tulungagung untuk memastikan tidak ada gangguan pada proses penyembuhan pasien Covid-19.
Termasuk potensi apabila ada pasien covid 19 yang meninggal dunia dan pengambilan paksa jenazah oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko, SH mengatakan, secara rutin pihaknya bersama dengan TNI melakukan pengamanan.
Seperti pengamanan yang dilakukan pada Minggu (05/09/2021) kemarin, pengamanan tersebut dilakukan oleh 3 orang personil Polri, 2 orang personil TNI dan 2 orang petugas keamanan dari rumah sakit.
“Kita lakukan pengamanan di RSUD dr Iskak Tulungagung, kita siagakan personil gabungan Polri, TNI dan anggota keamanan dari rumah sakit dr Iskak,” ujarnya Senin (06/09/2021) diruang Humas Polres Tulungagung.
Iptu Nenny menjelaskan, penjagaan dilakukan setiap hari selama 1x24 jam sejak pertama kali pandemi Covid-19 ditetapkan oleh pemerintah, hal ini dilakukan untuk meminimalisir potensi pengambilan jenazah pasien Covid-19 oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Agar tidak ada pihak pihak yang semena mena mengambil tindakan diluar prosedur, untuk mengambil jenazah Covid-19 secara paksa,” jelasnya.
Pihaknya menyebut, sampai saat ini kejadian tersebut tidak ditemukan di Tulungagung, pihaknya bersyukur dengan kondisi ini.
Selain karena gencarnya sosialisasi dari petugas kepada keluarga pasien, kesadaran masyarakat Tulungagung sendiri juga patut diapresiasi karena selalu mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi.
Termasuk saat mengurus proses pemakaman jenazah Covid-19, sesuai dengan aturan yang ada.
“Sampai saat ini tidak ada masyarakat yang ngeyel, masyarakat mengiktui semua aturan yang berlaku, dan memakamkan jenazah sesuai dengan prosedur, atau SOP Penanganan Jenasah Covid 19” pungkasnya. (NN95)