BOJONEGORO — Kabupaten Bojonegoro menyimpan warisan alam tersembunyi yang menjadi bagian dari narasi besar sistem petroleum purba. Salah satunya dapat disaksikan langsung di Geosite (G-05) Kedung Lantung, sebuah fenomena rembesan minyak bumi cair alami yang berada di aliran Sungai Borik, Dusun Nglantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras.
Untuk mencapai lokasi yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota ini, pengunjung harus menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam melalui jalanan berkelok. Setibanya di sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri kawasan asri yang dilengkapi papan informasi sejarah serta sejumlah papan peringatan.
Secara geografis dan geologis, geosite ini terletak di Zona Kendeng. Aktivitas tektonik masa lampau membentuk jaringan rekahan pada batuan, yang kemudian menjadi jalur alami naiknya minyak bumi dari reservoir akibat perbedaan densitas yang lebih ringan dari air. Fenomena ini memunculkan lapisan minyak di permukaan air sungai yang menghasilkan spektrum warna mirip pelangi akibat interferensi cahaya.
Menariknya, rembesan yang oleh warga lokal disebut sebagai Lintung ini telah dimanfaatkan secara turun-temurun untuk keperluan sehari-hari, seperti bahan penerangan tradisional. Keberadaan Kedung Lantung ini pun kerap disandingkan dengan Geosite Kayangan Api yang berjarak sekitar 35 kilometer, di mana perbedaannya terletak pada jenis sumber daya yang keluar, yakni rembesan gas bumi yang terus menyala di atas tanah kering.
Selain kekayaan geologi dan budayanya, potensi lokal Desa Drenges juga ditopang oleh sektor pertanian. Kondisi struktur tanah dan iklim setempat menjadikan jagung dan singkong sebagai komoditas andalan yang diolah langsung oleh masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
"Karena hasil pertanian di sini mayoritas jagung dan singkong, jadi olahan Marning dan Balung Kuwuk menjadi produk asli dari Desa Drenges," ujar anggota Pokdarwis Kedung Lantung, Nabila. Rabu ( 5/8/2026).
Melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, kekayaan alam serta warisan sejarah di Bojonegoro diharapkan dapat terus terjaga dan dilestarikan hingga generasi mendatang. (hil/ss)