BANYUWANGI - Jurnalis dari berbagai media yang tergabung dalam Media Gathering Pertamina Regional Indonesia Timur mendapatkan pengalaman unik dan mendalam mengenai dunia kopi saat mengunjungi Desa Wisata Kopi Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (13/5). Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan media gathering Pertamina EP Cepu yang berlangsung pada 11-13 Mei.

​Keseruan puncak terjadi di area "Green Gumuk Candi" yang asri. Di bawah terik matahari yang menyinari kebun kopi rakyat tersebut, para awak media diajak untuk turun langsung dalam proses pengolahan biji kopi pascapanen, mulai dari tahap roasting (menyangrai) hingga penyeduhan.

​Sebuah pemandangan unik terekam di lokasi ini. Beberapa peserta tampak antusias berkerumun di sebuah saung dengan lantai berplafon batu, mengelilingi nampan bambu besar atau yang dikenal secara lokal sebagai tampah. Di dalam nampan tersebut, biji kopi yang telah disangrai hingga menghitam tampak berjejer rapi.

​Seorang pria berseragam putih dengan topi bisbol abu-abu dan putih terlihat fokus menggunakan alat sederhana untuk mengemas biji kopi yang baru saja selesai diolah. Sementara itu, peserta lainnya yang mengenakan topi merah dan baju putih juga ikut membantu proses pengemasan. Tak ketinggalan, seorang pria berkaos putih lainnya juga tampak aktif memasukkan biji kopi ke dalam plastik bening, dan seorang rekan jurnalis di sampingnya tak ingin melewatkan momen berharga tersebut dengan merekamnya melalui kamera smartphone.

​Biji kopi yang diolah di Green Gumuk Candi ini merupakan jenis kopi Robusta, varietas unggulan yang tumbuh subur di ketinggian 600-700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pengalaman praktik langsung ini mendapatkan respon positif dari para peserta.

Praktik langsung menyangrai hingga mengemas biji kopi Robusta di Green Gumuk Candi, Banyuwangi. Momen Media Gathering Pertamina Regional Indonesia Timur.

​Salah satu jurnalis peserta media gathering, Agus, mengaku terkesan dengan pengalaman ini. "Ternyata menyangrai kopi itu butuh kesabaran dan ketelitian ya. Aromanya sangat khas dan beda rasanya kalau kita bisa olah sendiri mulai dari biji," ujar Agus saat ditemui di lokasi. Sabtu (11/7/2026).

​Agus menambahkan, pengalaman belajar ngopi di Green Gumuk Candi bukan hanya sekadar menambah wawasan tentang kopi, namun juga menjadi momen untuk menyatu dengan alam dan budaya lokal di Banyuwangi. "Ini benar-benar menjadi pengalaman yang tak terlupakan," imbuhnya.

​Selain belajar roasting, para jurnalis juga berkesempatan untuk mencicipi kopi asli Gombengsari dengan cita rasa yang khas. Kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan potensi Desa Wisata Kopi Gombengsari sebagai destinasi wisata unggulan di Banyuwangi, serta mendukung pengembangan kopi Robusta sebagai produk lokal yang berkualitas. (hil)