BOJONEGORO - Sesosok bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hilang, AHP (10), ditemukan dalam kondisi meninggal di samping sebuah rumah kosong di Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro, Sabtu Malam (28/2/2026).
Penemuan jasad siswa kelas 2 SD tersebut mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan pihak keluarga dan warga sejak Jumat siang.
Peristiwa pilu ini bermula saat korban berangkat ke sekolah di SDN Mojokampung pada Jumat (27/2) pagi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat pulang ke rumah pukul 11.00 WIB, namun kembali keluar rumah sekitar pukul 12.30 WIB. Rasa cemas mulai melanda sang ibu ketika hingga pukul 15.00 WIB korban tak kunjung pulang.
Upaya pencarian mandiri terus dilakukan hingga keesokan harinya, namun keberadaan korban tetap misterius sehingga pihak keluarga resmi melaporkan kehilangan anak ke Polsek Bojonegoro Kota pada Sabtu pagi.
Titik terang muncul pada Sabtu malam sekira jam 19.00 WIB. Dua orang warga setempat, Agus Pujo Santoso dan Dedi Irawan, menemukan jasad korban tergeletak di samping rumah kosong dekat saluran air di wilayah RT 07 RW 01 Kelurahan Mojokampung.
" Lokasi penemuan tersebut berjarak kurang dari 100 meter dari kediaman korban."ucap Kapolsek Bojonegoro, AKP Agus Fauzi. Minggu (1/3/2026).
Mendapati temuan mayat bocah tersebut, saksi segera menghubungi paman korban, Juari Purnomo, yang kemudian mengevakuasi jasad korban kembali ke rumah duka dan melaporkannya ke pihak kepolisian.
Petugas Polsek Bojonegoro Kota yang tiba di lokasi segera melakukan identifikasi. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaos biru bertuliskan jogya dan celana pendek warna hijau lumut.
Hasil pemeriksaan medis oleh tim dari Puskesmas Bojonegoro menunjukkan bahwa pada tubuh bocah dengan tinggi 135 cm tersebut sudah mulai tampak tanda-tanda pembengkakan dan lebam mayat.
Pemeriksaan medis menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ucap Agus.
Menanggapi kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas sebagai musibah. Keluarga secara resmi menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan.
Setelah proses pemeriksaan kepolisian selesai, jenazah kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman.
"Untuk dugaan kematian korban diduga karena terjatuh"pungkas Agus.