BOJONEGORO — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan sosial dan ekonomi. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan dialog, evaluasi, dan pertemuan antara Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, Forkopimda, jajaran OPD, guru, orang tua, serta siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).
Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi di Kabupaten Bojonegoro sejak 9 Agustus 2025 kini telah berjalan hampir lima bulan. Selama periode tersebut, program ini menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan siswa, baik dari sisi akademik, kedisiplinan, maupun pembentukan karakter.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan dengan baik. Anak-anak semakin betah, mampu mengikuti proses pembelajaran, dan mulai menunjukkan prestasi,” ujar Saifullah Yusuf.
Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berempati. Pendekatan ini bertujuan membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepercayaan diri dan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dampak positif tersebut dirasakan langsung oleh para orang tua siswa. Ibu Sri Asih, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, menyampaikan perubahan signifikan pada putranya yang kini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Bojonegoro.
“Dulu anak kami kurang disiplin. Sejak sekolah di Sekolah Rakyat, sekarang jauh lebih tertib dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Ibu Mutmainah, warga Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, yang mengaku program Sekolah Rakyat sangat membantu keluarganya dalam mengatasi keterbatasan biaya pendidikan.
“Dengan kondisi anak saya empat, jujur biaya pendidikan sangat berat. Program Sekolah Rakyat ini benar-benar membantu keluarga kami,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi perkembangan positif yang ditunjukkan para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, peningkatan kedisiplinan, rasa percaya diri, serta kemampuan mengikuti pembelajaran menjadi indikator keberhasilan program ini.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut Bupati, mendukung penuh pelaksanaan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari kebijakan nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam pembangunan sumber daya manusia
“Yang terpenting, anak-anak merasa betah, berkembang, dan berprestasi sesuai cita-cita mereka sendiri. Inilah tujuan utama Sekolah Rakyat,” tegas Setyo Wahono.
Secara nasional, Program Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik di berbagai daerah di Indonesia. Program ini dirancang berkelanjutan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta dilengkapi dengan pemetaan bakat dan minat, pendampingan sosial, serta dukungan pemberdayaan keluarga.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap Sekolah Rakyat dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.