BOJONEGORO - Para pengendara yang biasa melintasi Jalan Raya Baureno, Bojonegoro, tampaknya harus ekstra bersabar dan waspada. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya tengah melakukan perbaikan besar-besaran pada geometri jalan rel di perlintasan sebidang JPL No. 249, Bayeman, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Akibatnya, jalur penghubung Babat-Bojonegoro ini bakal diberlakukan sistem buka-tutup hingga penutupan total secara bergantian.
Proses perbaikan yang bertujuan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pengguna jalan ini dijadwalkan berlangsung mulai Senin (29/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026). Karena pengerjaan ini memakan separuh jalan hingga penutupan total, potensi kemacetan di titik tersebut diprediksi tidak terhindarkan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang memiliki tingkat beban dinamis cukup tinggi karena dilalui baik oleh perjalanan kereta api maupun kendaraan pengguna jalan. Oleh sebab itu, diperlukan perawatan secara berkala untuk menjaga keselamatan di area perlintasan.
Adapun perbaikan yang dilakukan meliputi pelepasan blok rel eksisting, pengurasan atau penggantian material balas yang sudah mengalami penurunan kualitas, penggantian bantalan rel, pemadatan jalur menggunakan peralatan khusus, hingga angkat listring rel untuk meluruskan rel dan kestabilan jalur sesuai standar teknis perkeretaapian.
Untuk meminimalkan dampak kemacetan parah, KAI Daop 8 sengaja memilih waktu pengerjaan pada malam hingga dini hari. Pada Senin malam (29/6/2026) pukul 20.00 WIB sampai Selasa dini hari (30/6/2026) pukul 05.00 WIB, petugas memberlakukan penutupan sementara jalan secara bergantian atau sistem satu per dua median jalan.
Puncaknya, pada Rabu (1/7/2026) dini hari mulai pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB, akses jalan di lokasi perlintasan akan ditutup total. Pengendara pun diimbau untuk mengantisipasi jadwal tersebut agar tidak terjebak antrean panjang.
"Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan JPL 249 Bayeman selama masa pekerjaan berlangsung. Kurangi kecepatan kendaraan, patuhi rambu-rambu yang telah dipasang, serta ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama," ujar Mahendro.
KAI Daop 8 Surabaya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pengguna jalan. Masyarakat yang hendak melintasi Jalan Raya Baureno disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau mencari rute alternatif selama proyek berlangsung.
"Perawatan prasarana di perlintasan sebidang merupakan bentuk komitmen KAI Daop 8 Surabaya dalam menjaga keselamatan operasional perjalanan kereta api serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan yang akan melintasi perlintasan," pungkas Mahendro. (ain)