BOJONEGORO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro melaporkan kondisi cuaca pada Selasa, 14 Oktober 2025, didominasi cuaca cerah di hampir seluruh wilayah. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca cerah diperkirakan terjadi sejak pagi hingga sore hari dengan suhu tertinggi mencapai 35 derajat celsius pada siang hari.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, menuturkan, bahwasanya suhu panas ini dipengaruhi oleh minimnya tutupan awan dan masih berlangsungnya musim kemarau.
Menurut Heru, kondisi ini sesuai dengan prakiraan BMKG yang memprediksi suhu udara siang hari cukup tinggi.
“Suhu siang hari rata-rata mencapai 35 derajat celsius, kondisi ini masih dalam batas normal dan merupakan bagian dari puncak musim kemarau,” ucap Heru Wicaksi kepada suarasatu.com.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga cerah, dengan suhu udara turun menjadi sekitar 26 hingga 27 derajat celsius. Arah angin dominan bertiup dari timur laut dan tenggara dengan kecepatan bervariasi antara 0,4 hingga 11 kilometer per jam.
Secara visual, pantauan Pusdalops BPBD menunjukkan seluruh wilayah Bojonegoro baik bagian kota, selatan, timur, maupun barat berada dalam kondisi cerah tanpa potensi hujan.
Namun demikian, BPBD juga mencatat adanya kejadian angin kencang di Desa Wedi, Kecamatan Kapas, yang menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Heru menegaskan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan membantu warga terdampak.
Selain itu, hasil pantauan debit Sungai Bengawan Solo dari Perum Jasa Tirta I menunjukkan Tinggi Muka Air (TMA) berada pada posisi 6,00 meter dengan status normal dan tren stabil.
Heru mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba di tengah cuaca panas.
“Meskipun cuaca tampak cerah, masyarakat perlu berhati-hati terhadap perubahan angin mendadak yang dapat menimbulkan dampak di permukiman,” ujarnya kepada suarasatu.com, selasa (14/10/2025).
BPBD Bojonegoro terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan kesiapsiagaan bencana melalui posko Pusdalops yang aktif selama 24 jam. (alf/af)