TUBQN
TUBAN - Kasus oknum polisi berinisial TS (32) yang viral karena menabrak dan menghajar seorang badut pengamen berinisial K (37) di Tuban akhirnya berakhir damai. Pelaku yang emosi setelah menyenggol korban kini telah memberikan uang kompensasi untuk pengobatan.
Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto mengatakan bahwa setelah insiden tersebut viral, pihaknya langsung bergerak cepat memanggil pelaku dan korban ke Mapolres Tuban untuk menjalani proses mediasi. Dalam mediasi yang berjalan kondusif tersebut, TS bersedia memberikan uang ganti rugi kepada K.
"Pihak kedua (pelaku) sanggup mengganti biaya pengobatan pada pihak pertama (korban) sebesar Rp 150 ribu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun," ujar Siswanto dalam keterangannya, Minggu(7/6/2026).
Siswanto juga menegaskan bahwa proses perdamaian ini dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari kedua belah pihak. Menurutnya, tidak ada intervensi maupun tekanan dari pihak luar dalam penyelesaian masalah tersebut.
Namun, meski urusan dengan korban sudah selesai secara kekeluargaan, TS tidak bisa bernapas lega begitu saja. Pasalnya, Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Tuban tetap mengusut tindakan arogan oknum bintara tersebut. TS kini terancam sanksi etik maupun disiplin akibat perbuatannya yang mencoreng citra korps bhayangkara.
"Sudah kami mulai periksa semalam. Dan hasilnya nanti akan kami serahkan kepada pimpinan. Kami tunggu nanti petunjuk selanjutnya dari atasan," kata Kasi Propam Polres Tuban Iptu Latief.
Latief menambahkan bahwa kesepakatan damai di antara pelaku dan korban sama sekali tidak menghapus dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh TS. Proses penegakan aturan internal Polri dipastikan akan terus berjalan profesional sesuai prosedur yang berlaku.
"Ya meski kedua belah pihak telah berdamai antara oknum TS dan badut pengamen. Tetap kita lakukan pemeriksaan untuk sanksi internal," tandas Latief.
Peristiwa pemukulan ini sendiri sempat memicu kegeraman netizen setelah video amatirnya beredar luas di media sosial. Aksi arogansi oknum polisi ini diketahui terjadi di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Tuban pada Rabu (3/5) lalu.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, peristiwa bermula ketika korban yang mengenakan kostum badut hendak menyeberang jalan dari arah selatan. Saat posisi korban sudah berada di tengah jalan, muncul sepeda motor yang dikendarai oleh TS yang sedang membonceng keluarganya dengan kecepatan tinggi.
Senggolan pun tak terhindarkan hingga membuat ember tempat menyimpan uang receh milik sang badut berserakan di jalanan. Bukannya meminta maaf atau menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, TS justru berputar balik dalam kondisi emosi meluap-luap.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Arina (26), menuturkan bahwa pelaku langsung memaki-maki sang badut di depan kerumunan warga. Tak hanya serangan verbal, pelaku juga tega menampar dan menoyor kepala korban berkali-kali,di pinggir jalan. (Hil)