TUBAN - Fakta baru terungkap dari video viral yang memperlihatkan aksi arogansi seorang pemotor terhadap badut pengamen di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Tuban, Rabu (3/5) malam. Pemotor yang menabrak, menampar, hingga mencaci maki belakangan diketahui merupakan seorang oknum anggota polisi.

​Informasi yang dihimpun, oknum polisi tersebut berinisial TS (32). Sementara korbannya adalah seorang badut pengamen berinisial K (37), warga asal Rembang, Jawa Tengah.

​Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pelaku merupakan oknum anggota kepolisian setempat. Meski begitu, ia menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut murni merupakan tindakan pribadi pelaku.

​"Terlapor berinisial TS merupakan tindakan individu," kata Siswanto, Jumat (5/6/2026).

​Siswanto menjelaskan, setelah insiden itu viral di media sosial, korban sebenarnya tidak membuat laporan resmi ke polisi. Namun, pihak kepolisian langsung bergerak cepat dengan memanggil kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku, untuk dimediasi.

​"Iya, ini kedua belah pihak telah dimediasi oleh unit Reskrim polsek kota karena terkait kejadian yang dilakukan," ujar Siswanto.

​Kini, kasus arogansi oknum polisi tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam proses mediasi tersebut, TS mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada korban. Sebaliknya, korban juga telah menerima permintaan maaf dari pelaku.

​"Kedua belah pihak saling memaafkan dan tidak ada rasa dendam atau benci," kata Siswanto.

​Selain menyampaikan permohonan maaf, oknum polisi tersebut juga memberikan sejumlah uang kompensasi kepada korban untuk biaya pengobatan. Siswanto menyebut pemberian uang tersebut dilakukan atas kesadaran pelaku sendiri.

​"Pihak kedua (pelaku) sanggup mengganti biaya pengobatan pada pihak pertama (korban) sebesar Rp 150 ribu dengan ikhlas tanpa ada paksaan dari pihak manapun," pungkas Siswanto.

​Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan arogansi seorang pengendara motor terhadap badut pengamen viral di media sosial. Berdasarkan rekaman yang beredar, insiden bermula saat pengamen badut tersebut hendak menyeberang jalan dari arah selatan.

​Saat posisi badut sudah berada di tengah jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai pelaku sambil membonceng keluarganya melaju dengan kencang hingga menyenggol korban. Akibat senggolan tersebut, ember yang dibawa sang badut untuk menampung uang receh langsung berserakan di jalanan. Pasca kejadian, pelaku justru memarahi, menampar, di pinggir jalan. (ain)