BOJONEGORO – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Kabupaten Bojonegoro menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan E-Purchasing Katalog Elektronik melalui metode Mini Kompetisi bagi Badan Usaha Jasa Konstruksi (BUJK), Selasa–Rabu (9–10/12/2025), di Hotel Aston Bojonegoro.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta Bagian Layanan Pengadaan Setda Bojonegoro. Sebanyak 300 peserta dari BUJK mengikuti Bimtek ini, terbagi masing-masing 150 peserta setiap harinya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Chusaifi Ivan R., menjelaskan bahwa Bimtek ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman penyedia jasa konstruksi, terutama setelah adanya perubahan regulasi pasca terbitnya Perpres 46/2025.
“Kegiatan ini kami selenggarakan agar BUJK memiliki pemahaman teknis yang lebih komprehensif terkait pelaksanaan e-purchasing melalui e-Katalog V.6, khususnya metode Mini Kompetisi. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen mewujudkan proses pengadaan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” jelas Ivan.
Ia menambahkan bahwa sistem pengadaan berbasis elektronik terus berkembang sehingga penyedia jasa konstruksi perlu beradaptasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Melalui metode Mini Kompetisi, proses pengadaan diharapkan semakin kompetitif dan mampu mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan materi tentang Panduan Penyedia Katalog Elektronik V.6, Panduan Mini Kompetisi Katalog Elektronik V.6, serta gambaran implementasi pengadaan konstruksi di Kabupaten Bojonegoro yang disampaikan langsung oleh narasumber dari LKPP dan Bagian Layanan Pengadaan.
Chusaifi Ivan R. berharap penyelenggaraan Bimtek ini dapat meningkatkan kesiapan BUJK dalam mengikuti pengadaan melalui sistem elektronik dan membawa dampak positif terhadap kualitas pembangunan di Bojonegoro.
“Kami ingin seluruh penyedia lebih profesional dan siap beradaptasi dengan sistem pengadaan yang terus berkembang. Harapannya, hasilnya akan terlihat pada peningkatan mutu layanan konstruksi di daerah kita,” tambahnya. (hil/sam)