BOJONEGORO – Kondisi gedung RA–MI Bahrul Ulum Deling di Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, yang berlantai tanah, berdinding jebol, serta memiliki meja dan kursi belajar rusak dimakan rayap, mendapat perhatian serius dari DPRD Bojonegoro.

Menyusul viralnya kondisi sekolah tersebut, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menyatakan keprihatinannya dan berjanji segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Yang pertama tentu saya prihatin mas, dan kami akan segera menindaklanjuti dengan Dinas Pendidikan serta Kemenag untuk menggelar rapat kerja,” ujar Ahmad Supriyanto saat dikonfirmasi suarasatu.com, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan, Komisi C DPRD Bojonegoro akan meminta penjelasan dari instansi terkait mengenai kondisi sarana dan prasarana pendidikan, khususnya sekolah-sekolah di wilayah pelosok yang masih jauh dari standar kelayakan.

Menurutnya, pendidikan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, keberadaan sekolah dengan kondisi fisik yang tidak layak dinilai perlu segera mendapat penanganan.

“Sekolah ini melayani puluhan siswa dan menjadi satu-satunya akses pendidikan dasar bagi warga sekitar. Tentu ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama,” tegasnya.

Ahmad Supriyanto juga menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor sangat diperlukan, mengingat RA–MI berada di bawah naungan Kementerian Agama, sementara dukungan infrastruktur juga melibatkan peran pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan.

“Kami akan duduk bersama Diknas dan Kemenag untuk mencari solusi terbaik, baik dari sisi perbaikan gedung maupun dukungan sarana pendukung lainnya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RA–MI Bahrul Ulum Deling berdiri sejak 2014 dan saat ini menampung 48 siswa dengan lima tenaga pendidik. Proses belajar mengajar dilakukan di gedung berlantai tanah dengan dinding kalsiboard berlubang, atap esbes yang bocor, serta meja dan kursi belajar yang banyak rusak dan dimakan rayap. Meski berada dalam keterbatasan, sekolah tersebut tetap menjadi tumpuan pendidikan bagi warga Dusun Dibal dan sekitarnya. (sam)