BOJONEGORO - Ratusan pelajar SMKN 2 Bojonegoro antusias mengikuti proses perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang digelar di lingkungan sekolah, Selasa (12/5/2026). Kegiatan "jemput bola" oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ini dilakukan agar para siswa yang telah menginjak usia 17 tahun segera memiliki identitas resmi tanpa harus mengantre di kantor kecamatan.
Layanan ini mendapatkan respons positif dari para siswa, salah satunya Wira Eka Budi R. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas Disdukcapil yang membawa peralatan rekam langsung ke sekolah.
"Prosesnya cepat dan tertib. Kami tidak perlu izin keluar sekolah atau mengantre lama di kantor kecamatan. Ini sangat memudahkan kami yang baru berusia 17 tahun untuk dapat identitas resmi," ujar Wira di lokasi.
Selain urusan administrasi, kegiatan ini juga dirangkai dengan program Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan bahwa kepemilikan KTP adalah gerbang menuju fase dewasa yang penuh tanggung jawab.
"Perekaman e-KTP ini hanya sekali seumur hidup untuk status pemula. Ini menandakan anak-anakku semua sudah memasuki dunia dewasa. Ingat, keberhasilan tidak datang tiba-tiba. Butuh ilmu dan semangat. Jika jatuh harus bangkit, karena bekal ilmu akan membuat pikiran kalian tetap jalan," tegas Nurul Azizah memotivasi siswa.
Di sisi lain, Ketua Harian Satgas P4GN Bojonegoro, Budi Irawanto, memberikan peringatan keras terkait ancaman narkotika di wilayah tersebut. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat ada 72 kasus narkoba di Bojonegoro yang melibatkan berbagai kalangan.
"Kuncinya ada pada diri sendiri. Setelah lulus nanti, kalian akan berada di lingkungan baru yang lebih luas. Jangan sampai tergoda, karena narkoba tidak mengenal jenis kelamin atau status. Fokuslah pada masa depan kalian," kata Budi mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam lingkaran gelap narkotika.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Ninik Susmiati, menambahkan bahwa edukasi mengenai bahaya Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) ini merupakan bagian dari implementasi DPA APBD 2026. Melalui langkah preventif ini, pemerintah daerah berharap para siswa SMKN 2 Bojonegoro siap menjadi generasi unggul dan sehat demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (ain)