BOJONEGORO – Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan untuk masa khidmat 2025-2030 di Singapore Restaurant, Minggu (10/5/2026). Di bawah nakhoda baru Miftakhul Huda, organisasi ini mencanangkan target ambisius yakni pembangunan Graha Pelajar Bojonegoro sebagai pusat inkubasi talenta dan gagasan anak muda di daerah tersebut.

​Miftakhul Huda, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PKB, menegaskan bahwa kepengurusannya akan memposisikan diri sebagai jembatan strategis bagi para kader aktif dan katalisator pembangunan daerah. "Kami ingin menjadi katalisator bagi pelajar Bojonegoro dan pembangunan di daerah,” ujar Huda. Minggu (10/5/2026).

Ia berkomitmen untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat ranting (desa) serta mendorong spesialisasi keilmuan bagi para kader agar lebih kompetitif di dunia profesional.

​Visi tersebut disambut hangat oleh Wakil Bidang Organisasi PCNU Bojonegoro, Syaifudin Idris. Ia menekankan bahwa jejaring alumni lintas profesi harus menjadi solusi nyata bagi ketimpangan akses pendidikan di pelosok.

"Alumni harus memfasilitasi anak desa yang kesulitan sekolah, minimal dengan memberikan informasi akses pendidikan," tegas Syaifudin.

Hal ini diperkuat dengan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, yang memaparkan berbagai skema beasiswa pemerintah daerah yang siap disinergikan dengan jaringan alumni.

​Dukungan juga datang dari Majelis Alumni Pusat melalui Imam Fadli. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lamongan dari Fraksi Gerindra ini menyoroti betapa kuatnya solidaritas alumni IPNU jika dikelola dengan baik untuk mendukung program strategis pemerintah, seperti program Satu Desa 10 Sarjana. "Alumni IPNU kalau sudah bersatu tidak bisa dikalahkan. Kita harus menjadi support system bagi program pemerintah daerah yang bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkas Imam Fadli. (ain)