Bojonegoro - Polres Bojonegoro resmi menggelar program Pembekalan Pelajar Duta Kamtibmas (PDK) Tahun 2026. Sebanyak 70 pelajar terpilih dari jenjang SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bojonegoro dikumpulkan untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

​Acara yang berlangsung di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro pada Selasa (28/4/2026) ini dihadiri langsung oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi. Para siswa mendapatkan materi khusus dari Kasat Binmas AKP Fatkur Rahman dan Kasat Lantas AKP Satria Dwi Aryanto.

​Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa para pelajar yang terpilih bukan sekadar peserta seremoni, melainkan calon pemimpin yang harus menjadi teladan bagi rekan sebaya mereka.

​"Para pelajar yang hadir di sini adalah generasi penerus bangsa. Bukan hanya penerima ilmu di sekolah, tetapi juga agen perubahan di lingkungan sekitarnya," tegas Afrian,Rabu (29/4/2026).

​Ada beberapa poin utama yang ditekankan Kapolres kepada para Duta Kamtibmas diantaranya Kedisiplinan Tertib Lalu Lintas,Anti-Kenakalan Remaja Bebas dan menjauhi Narkoba

​Afrian menambahkan, terciptanya kondusivitas wilayah bukan hanya tugas polisi, melainkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar. Melalui program ini, kepolisian berupaya menanamkan kesadaran hukum sejak dini.

​"Diharapkan lahir pelajar-pelajar berkarakter yang peduli terhadap keamanan, baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya," imbuhnya.

​Selama kegiatan, peserta dibekali materi mengenai Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat) dan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas).

​Semangat tinggi ditunjukkan oleh para peserta. Salah satunya Muchamad Nazrul Wildan, siswa asal MA Attanwir. Ia mengaku siap mengemban amanah sebagai Duta Kamtibmas untuk memberikan pengaruh positif bagi teman-temannya.

​"Kami siap menjadi teladan dan membawa pengaruh positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat," ujar Wildan.

​Dengan adanya program PDK ini, Polres Bojonegoro berharap angka kenakalan remaja di wilayah hukumnya dapat ditekan melalui pendekatan persuasif dari rekan sebaya (peer-to-peer approach).