BOJONEGORO - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei mendatang diwarnai perbedaan sikap di antara serikat pekerja di Bojonegoro. Jika Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) dipastikan bakal menggelar aksi turun ke jalan, Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (FSP RTMM) SPSI justru memilih jalur formal bersama pemerintah.
Ketua SBKI Bojonegoro, Arif Rahmanto, menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menyuarakan aspirasi di jalanan pada Jumat (1/5). Menurutnya, momentum ini sangat penting untuk mendesak perbaikan kesejahteraan buruh, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.
"Upah layak adalah keharusan, karena itu yang menjamin kelangsungan hidup buruh," tegas Arif kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Dalam aksi yang direncanakan tersebut, SBKI membawa tiga poin penting yang akan disuarakan diantaranya Regulasi Pro Buruh,Jaminan Hidup Layak, serta Hapus Outsourcing.
Arif menyoroti adanya jurang lebar antara pekerja formal dan informal di Bojonegoro. Ia mencontohkan nasib pekerja konstruksi harian yang pendapatannya sangat tidak menentu.
"Upah tukang kayu atau batu itu Rp 150 ribu-Rp 250 ribu per hari, sedangkan kenek Rp 80 ribu-Rp 120 ribu. Masalahnya, pekerjaan mereka tidak ada setiap hari. Ini yang terus kami perjuangkan," imbuhnya.
Pemandangan berbeda akan ditunjukkan oleh FSP RTMM-SPSI Bojonegoro. Ketua Cabang FSP RTMM-SPSI, Anis Yulianti, menyatakan pihaknya memilih untuk mengikuti rangkaian acara yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Rencananya, kegiatan peringatan tersebut akan dipusatkan di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro. Terkait tuntutan yang akan dibawa, Anis masih enggan membeberkan secara rinci kepada publik.
"Saya sampaikan pas sambutan (saat acara)," ujar Anis singkat.
Meski berbeda haluan dalam cara memperingati May Day, kedua serikat ini akan membawa misi besar untuk memperbaiki nasib para pekerja di Bumi Angling Dharma. Jalur jalanan atau jalur dialogis, hasilnya akan terlihat pada 1 Mei mendatang. (ain)