Bojonegoro - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di Kabupaten Bojonegoro kian meluas. Pantauan di sepanjang jalur nasional Babat-Bojonegoro pada Minggu (26/4/2026) malam, stok solar di sejumlah SPBU terpantau kosong melompong.

​Sejumlah SPBU yang kehabisan stok di antaranya berada di wilayah Baureno, Medalem, Gampeng, Balen, Kalianyar, Jalan Veteran, Jetak, Sawunggaling, hingga Leran. Di depan pintu masuk SPBU, terpampang papan bicara bertuliskan: "Solar Dalam Pengiriman".

​Kondisi ini dilaporkan sudah ada yang berlangsung selama tiga hari terakhir. Di SPBU Gampeng, petugas bahkan menyebut pasokan baru akan normal pada awal bulan depan.

​"Maaf solar kosong, kemungkinan hingga tanggal 1 besok," ucap salah satu petugas SPBU Gampeng kepada pengendara, Minggu malam (26/4/2026).

​Fenomena unik ditemukan di salah satu SPBU di pinggir Kota Bojonegoro. SPBU tersebut mengaku sudah sebulan penuh tidak melayani pembelian solar subsidi karena sanksi administratif.

​"Sudah hampir sebulan kita nggak jual solar karena kena evaluasi. Infonya bulan depan sudah bisa jual lagi," tutur petugas yang enggan disebutkan namanya di SPBU Kalianyar.

​Akibat sulitnya mendapatkan solar, banyak sopir kendaraan besar dan minibus memilih untuk berhenti total. Mereka memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dekat SPBU hingga masuk ke area parkir dalam SPBU karena khawatir mogok di tengah jalan.

Hilir mudik kendaraan bbm solar maauk spbu kecele karena tak ada barang

​Sanusi, salah satu sopir truk, mengaku sudah dua hari tertahan di sekitar SPBU karena tangki kendaraannya sudah menipis.

​"Sudah dua hari ini parkir di sini. Habis soalnya solarnya. Daripada nanti habis (mogok) di jalan, mending parkir dekat SPBU," keluh Sanusi kepada suarasatu.com.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina belum memberikan respons resmi terkait penyebab pasti kelangkaan di lapangan maupun detail kendala distribusi yang menyebabkan jalur nasional Bojonegoro mengalami kekosongan stok cukup lama. (ain)