Bojonegoro - Pemandangan berbeda terlihat di areal persawahan Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Sido Mukti tampak antusias memperhatikan "burung besi" raksasa yang terbang rendah di atas tanaman padi mereka. Bukan sedang bermain, para petani ini sedang menjajal teknologi drone sprayer untuk memupuk lahan seluas 50 hektar.

​Uji coba teknologi modern ini merupakan bagian dari kegiatan Pembinaan Ketahanan Pangan yang digelar oleh Kodim 0813 Bojonegoro. Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto hadir langsung untuk memantau demonstrasi pemupukan otomatis tersebut.

​"Dengan drone, pekerjaan berat bisa dipermudah, biaya berkurang, waktu lebih efisien, dan hasil produksi lebih terjaga," ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto di lokasi.

Dandim 0813 - Dinas Pertanian ajak petani berlatih Drone spray untuk Garap sawah

​Berdasarkan pantauan di lapangan, drone pertanian dengan lebar sekitar 1 meter tersebut mampu mengangkut hingga 40 liter pupuk cair. Hebatnya, operator hanya perlu mengatur luas lahan melalui remote control, dan drone akan menyemprotkan pupuk secara otomatis dan merata.

​Langkah ini diambil untuk mendorong petani Bojonegoro beralih dari pola konvensional ke pertanian presisi. Letkol Dedy berharap teknologi ini menjadi akselerator agar hasil produksi pangan lokal semakin berdaya saing.

​"Ini langkah maju untuk efisiensi dan ketepatan pemupukan. Kita ingin transformasi dari cara tradisional yang kuras tenaga, menuju pertanian yang lebih produktif," tambahnya.

​Senada dengan Dandim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zaenal Fanani, menyebut inovasi ini sejalan dengan prioritas Presiden RI Prabowo Subianto terkait swasembada pangan.

​"Teknologi dan inovasi itu mutlak. Penggunaan pupuk NPK cair dengan bantuan drone menunjukkan sektor pertanian kita terus berkembang dan adaptif terhadap kemajuan zaman," kata Zaenal. Kamis (23/4/2026).

​Ketua Poktan Sido Mukti, M. Zaenul Mustofa, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Menurutnya, keberadaan drone ini adalah solusi nyata bagi masalah tenaga kerja di desa yang kian terbatas.

​"Kami sangat terbantu. Penggunaannya lebih efektif dan efisien. Yang paling terasa ya hemat waktu, tenaga, dan tentu saja hemat biayanya," pungkas Zaenul.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Dander, penyuluh pertanian, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga lumbung pangan di wilayah Bojonegoro. (ain)