BOJONEGORO - Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Bojonegoro sejak Selasa (21/4/2026) sore. Kondisi ini memicu genangan air di sejumlah titik utama, termasuk di depan Rumah Dinas Wakil Bupati yqng berada di jalan panglima Sudirman.

​Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi banjir di Jalan Panglima Sudirman pada Selasa malam. Masih mengenakan seragam biru-putih dan sepatu bot kuning, Nurul tampak menerjang genangan air setinggi betis orang dewasa di bawah guyuran hujan.

​Sambil memegang payung hitam, Nurul langsung melakukan koordinasi darurat melalui panggilan telepon dengan Kepala Dinas PU Cipta Karya. Dalam percakapan tersebut, Nurul menyoroti konsep pembangunan trotoar yang diduga menjadi salah satu penyebab air tidak mengalir lancar.

​"Waduh Pak Tito, ini bagaimana dulu konsep pembangunan trotoarnya? Pak Bupati memberi tugas (PR), bagaimana caranya agar banjir kota ini bisa segera tertangani. Masa setiap hujan sekarang mengendon (tergenang) airnya," tegas Nurul Azizah dalam rekaman video koordinasinya yang viral. Selasa malam (21/4/2026)

​Hujan mulai mengguyur Bojonegoro sejak pukul 16.00 WIB dan belum menunjukkan tanda-tanda reda hingga pukul 18.00 WIB. Akibatnya, sistem drainase kota tak mampu menampung debit air yang meluap hingga merendam badan jalan.

​Selain Jalan Panglima Sudirman, titik terparah juga terpantau di Jalan Pattimura dan Jalan Veteran, tepatnya di depan RSUD Bojonegoro. Ketinggian air yang cukup signifikan membuat arus lalu lintas terhambat.

​Kondisi ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang terjebak kemacetan. Rudi, salah seorang pengendara motor, mengaku khawatir kendaraannya akan mogok jika terus dipaksa melintas.

​"Tadi lewat sini sekitar jam 5 sore air sudah tinggi. Ini hujannya awet banget, dari jam 4 tadi belum berhenti-berhenti. Kalau dipaksa terus khawatir mesin motor mati (mogok), apalagi jalan pangsud airnya dalam," ujar Rudi kepada suarasatu.com, Selasa (21/4/2026).

​Senada dengan Rudi, Antok, seorang sopir yang melintas, menyayangkan kondisi drainase yang seolah menjadi masalah tahunan setiap kali hujan deras melanda.

​"Setiap hujan deras agak lama pasti di Sudirman sama Pattimura begini. Mobil saya tadi hampir nyangkut karena airnya makin naik. Pembatas jalan (water barrier) juga sudah dipasang warga biar nggak ada yang nekat lewat bagian yang dalam," kata Antok.

​(ain)