BOJONEGORO - Pihak keluarga almarhumah DR , di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Bojonegoro, memilih untuk tidak melaporkan peristiwa percobaan pembongkaran makam orang tua mereka ke polisi. Mereka memilih untuk langsung membenahi kondisi makam dengan menutup kembali bekas galian serta menancapkan kembali patok nisan yang sempat dicabut oleh orang tak dikenal pada Rabu kemarin. (25/3)
"Pihak keluarga tidak ingin melaporkan dugaan adanya tanah makam ksalahbsatu keluarga yang digali oleh orang tak dikenal kepada petugas," ucap Kapolsek Dander, Iptu Warsito.
Menurutnya, pihak keluarga menyatakan tidak ingin memperpanjang masalah ini dan menegaskan bahwa mereka tidak mempercayai berbagai mitos yang berkembang di masyarakat terkait pencurian tali pocong atau bagian jenazah untuk kepentingan kesaktian maupun pesugihan.
Meskipun informasi mengenai motif mistis ramai diperbincangkan karena almarhumah dimakamkan pada waktu yang dianggap masuk malam Jumat, pihak keluarga tetap tenang dan memilih fokus pada perbaikan makam.
"Pihak keluarga tidak percaya dengan informasi tentang mitos yang ramai diperbincangkan selama ini. Dan tidak ingin melapor ke polisi. Jadi malah tadi dibenahi kuburannya," tambah Iptu Warsito.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Orick Wijayanto pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB saat ia melintas di area makam Boto Putih.
"Saudara Orick Wijayanto sedang berjalan dan melewati makam Boto Putih Desa Sumberarum. Ia melihat di dalam area makam seperti ada seseorang yang sedang menggali salah satu makam," terang Kapolsek Dander.
Saksi yang merasa curiga kemudian menyorotkan lampu senter ke arah lokasi yang membuat pelaku panik dan seketika melarikan diri. "Setelah disenteri, pelaku pelan-pelan pergi dan melarikan diri. Saat dicek, ternyata benar ada satu makam yang baru saja digali. Patok atau nisan makam atas nama Darsini tercabut," tegas Iptu Warsito.
Almarhumah DR diketahui meninggal pada Kamis siang setelah waktu Dzuhur dan baru dimakamkan pada sore harinya.
"Sebenarnya meninggalnya sudah siang habis Dzuhur, namun untuk pemakamannya sore, sehingga dianggap sudah masuk hari Jumat," jelasnya. Walaupun pihak keluarga tidak melapor secara resmi, pihak kepolisian tetap mengimbau warga Desa Sumberarum dan sekitarnya untuk tetap tenang dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.